Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 02.45 WIB

Kapasitas capai 7 GW, Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Memulai Proyek Nuklir yang Sangat Ambisius

Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 7 gigawatt (GW) untuk mewujudkan ketahanan energi. (ANTARA) - Image

Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 7 gigawatt (GW) untuk mewujudkan ketahanan energi. (ANTARA)

JawaPos.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 7 gigawatt (GW) untuk mewujudkan ketahanan energi.

“Indonesia akan memulai program pengembangan nuklir yang sangat ambisius. Yang terakhir saya dengar dari Pak Darmawan (Direktur Utama PT PLN) adalah target 7 GW masuk dalam master plan energi nasional,” ujar Hashim dalam acara Indonesia International Sustainability Forum yang digelar di Jakarta, Selasa (6/10).

Selain itu, Hashim juga menyampaikan Indonesia memiliki target ambisius dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

Berbagai langkah tersebut, tutur Hashim, merupakan upaya pemerintah menjamin keberlangsungan energi bagi masyarakat Indonesia.

Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang bisa dikembangkan menjadi tenaga listrik dari energi baru dan terbarukan.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan ketahanan energi, pemerintah menetapkan sejumlah target ambisius.

“Pemerintah harus menyediakan listrik, energi untuk rakyatnya. Sehingga mereka bisa menerangi rumah, sehingga anak-anak bisa belajar pada malam hari, sehingga rumah sakit dan klinik di daerah terpencil teraliri listrik saat mereka membutuhkannya,” ucap Hashim.

Pemerintah menargetkan penetapan tapak pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia pada 2026 atau paling lambat 2027 sebagai bagian dari pengembangan energi baru dan terbarukan.

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan penetapan tapak tersebut akan mempertimbangkan teknologi PLTN yang akan dipilih.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore