Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Ilham Safutra
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03.54 WIB

Kilang Balikpapan Disiapkan untuk Menekan Impor BBM

Menko Hiltrans Bahlil Lahadalia usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur pada Kamis (21/10). (Dok. Kementerian ESDM) - Image

Menko Hiltrans Bahlil Lahadalia usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur pada Kamis (21/10). (Dok. Kementerian ESDM)

JawaPos.com - Pemerintah tengah menyiapkan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek RDMP itu kini sudah memasuki tahap akhir. Nantinya disiapkan untuk mengurangi impor BBM.

"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99 persen. Cuma sisa perintilnya. Insyaallah kita akan selesaikan," ujar Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) Bahlil Lahadalia.

Pernyataan itu disampaikan usai meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur pada Kamis (21/10).

Bahlil yang juga menteri ESDM itu menyebut bahwa pekerjaan yang tersisa berupa penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru agar kilang siap beroperasi optimal. 

Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Untuk stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. 

Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.

Selain memastikan ketersediaan BBM, Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi agar BBM subsidi sampai ke masyarakat yang berhak. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan bersama  bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (TNI/Polri), terutam untuk menindak tegas pelaku penimbunan.

Tantangan distribusi masih muncul di lapangan. Fenomena El Niño memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga jalur pengiriman BBM sempat terganggu. Pertamina mengatasi dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage). Lalu, menyalurkan BBM ke daerah tujuan lewat jalur darat.

Untuk jangka panjang, harapan besar ada pada RDMP Balikpapan. Apalagi itu merupakan proyek Strategis Nasional (PSN) ini bernilai investasi USD 7,4 miliar atau sekitar Rp 126 triliun.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore