
Mantan artis Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Praktisi hukum Tommy Tri Yunanto menilai, vonis yang dijatuhkan kepada aktor Ammar Zoni terlalu berat terkait kasus peredaran narkoba yang di dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat, pada awal tahun 2025.
Tommy menilai bahwa majelis hakim seharusnya tidak hanya berfokus pada satu pihak saja, tapi juga mempertimbangkan faktor sistem dan pihak lain yang memiliki tanggung jawab atas keamanan di dalam lapas. Ia pun menekankan peredaran narkoba di lingkungan tertutup seperti di dalam penjara tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan pihak lain.
"Kalau ada satu peredaran di dalam lapas terus orang itu dihukum, yang salah siapa? Itu kata kuncinya. Kalau yang salah dan yang divonis cuma Ammar Zoni, tentu ini sangat nggak adil. Kenapa? Karena ada beberapa pihak di dalam proses di situ kalau sampai ada peredaran," paparnya.
Menurut Tommy , keberadaan narkoba di dalam lapas seharusnya menjadi perhatian serius dengan menyeret semua pihak yang terlibat. Jika narkoba bisa masuk ke dalam lapas, hal itu menunjukkan adanya kesalahan dalam pengawasan lapas.
Ia menilai, tanggung jawab atas kesalahan ini tidak semestinya dibebankan sepenuhnya kepada satu pihak saja. Apabila hanya satu pihak saja yang dihukum tanpa mengusut jaringan yang lebih luas, keadilan dinilai belum sepenuhnya dapat ditegakkan.
Tommy menekankan penting untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam menjaga dan memastikan keamanan di dalam lapas.
"Nah, sekarang di dalam lapas harus diselesaikan dulu ya, harus diselesaikan dulu kenapa bisa terjadi hal tersebut. Siapa saja orang yang berkaitan, sampai di ujungnya. Kalau memang itu nggak bisa dipecahkan, apa harus dihukum selama itu (sampai 7 tahun)?,"ujarnya.
Selain itu, Tommy juga menyoroti rekam jejak Ammar Zoni yang selama ini dikenal sebagai pengguna narkoba, bukan sebagai pengedar obat-obatan terlarang. Menurutnya, perubahan status dari pengguna menjadi pengedar di dalam lapas menimbulkan pertanyaan besar terkait pihak yang mendukung atau memfasilitasi aktivitas tersebut.
"Kita lihat residivis narkobanya Ammar Zoni itu sudah ada historikal bukan pengedar, tapi pemakai. Kalau di dalam dia jadi pengedar, ini pertanyaan besar. Siapa penyokongnya?," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022