
Tersangka Terosman alias Mansur melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukannya
JawaPos.com - Kedamaian warga Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi terusik. M Dasrullah, salah satu pemilik kebun sawit tewas mengenaskan dibunuh secara keji oleh Terosman alias Mansur, 54, warga Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat.
Desa yang damai ini mendadak gempar. Bukan sekadar membunuh, Mansur memutilasi dan memotong alat kelamin korban, lalu memakannya.
REZA FAHLEVI, MUARA BULIAN
Rio Anggara, 32, hanya bisa tertunduk dan sedikit-sedikit menengadahkan muka melihat rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan ayahnya terhadap Dasrullah, pemilik kebun tempatnya bekerja di Desa Tidar Kuranji, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.
Rio merupakan putra sulung Mansur, kepada Jambi Ekspres (Jawa Pos Group) menceritakan kehidupan keluarganya di kampung halamannya di Solok Selatan, Sumatera Barat.
Kesehariannya, Ia bekerja sebagai buruh upah tani, seperti membantu menanam padi, menuai padi. Tak banyak yang bisa mereka perbuat karena tidak ada pilihan selain menjadi petani.
“Kami di sana hidup serba pas-pasan karena hanya sebagai buruh upah tani. Saat ada permintaan untuk membantu kerja, barulah kami dapat uang,” kata Rio dengan mata berkaca-kaca.
Rio menyebutkan, kondisi ibu tercintanya kini sering sakit-sakitan dan tak bisa lagi bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan dapur, kini menjadi tanggung jawab Rio.
“Ibu kena serangan jantung dan kini kondisi sudah mulai lemah, sering sakit–sakitan,” katanya.
Ditambahkan Rudi, 16, putra bungsu Mansur, pengalaman pahit dirinya sewaktu di kampung halaman, ia putus sekolah. Dulu sempat menginjak bangku pendidikan sekolah dasar di Solok Selatan, namun pendidikannya putus di tengah jalan karena keterbatasan biaya dan persoalan keluarga.
Di sela-sela rekonstruksi adegan pembunuhan yang dilakukan ayahnya kepada Dasrullah beberapa waktu lalu, Rudi menceritakan dirinya sudah malu tinggal di kampung halama lantaran ayahnya terjerat tindak pidana pencurian.
Dulu ayahnya merupakan orang kepercayaan untuk mengurus sapi milik rekannya di Solok Selatan, namun kepercayaan itu dimanfaatkan oleh sang ayah. Sapi peliharaan itu dijual tanpa sepengetahuan sang pemilik. Akhirnya sang ayah dilaporkan ke Polisi dan ditahan di Polsek Solok Selatan.
”Dulu sayo pernah sekolah, namun dak selesai kareno malu. Waktu itu ayah sayo dibawak polisi lantaran ado kasus jual sapi milik bosnya,” sebut Rudi.
Selama lebih kurang 15 hari dalam tahanan Solok Selatan, Mansur mencoba melarikan diri dan pelarian itu berhasil. Mansur kabur ke kabupaten Batanghari. Sudah tiga tahun terakhir Mansur tinggal di Desa Tidar Kuranji Kecamatan Maro Sebo Ilir.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
