Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2018 | 17.16 WIB

Curhat Rio, Anak Sulung Pelaku Kanibal Pemakan Alat Kelamin

Tersangka Terosman alias Mansur melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukannya - Image

Tersangka Terosman alias Mansur melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukannya

JawaPos.com - Kedamaian warga Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi terusik.  M Dasrullah, salah satu pemilik kebun sawit tewas mengenaskan dibunuh secara keji oleh Terosman alias Mansur, 54, warga Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat.


Desa yang damai ini mendadak gempar. Bukan sekadar membunuh, Mansur memutilasi dan memotong alat kelamin korban, lalu memakannya.


REZA FAHLEVI, MUARA BULIAN


Rio Anggara, 32, hanya bisa tertunduk dan sedikit-sedikit menengadahkan muka melihat rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan ayahnya terhadap Dasrullah,  pemilik kebun tempatnya bekerja di Desa Tidar Kuranji, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.


Rio merupakan putra sulung Mansur, kepada Jambi Ekspres (Jawa Pos Group) menceritakan kehidupan keluarganya di kampung halamannya di Solok Selatan, Sumatera Barat.


Kesehariannya, Ia bekerja  sebagai buruh upah tani, seperti membantu menanam padi, menuai padi. Tak banyak yang bisa mereka perbuat karena tidak ada pilihan selain menjadi petani.


“Kami di sana hidup serba pas-pasan karena hanya sebagai buruh upah tani. Saat ada permintaan untuk membantu kerja, barulah kami dapat uang,” kata Rio dengan mata berkaca-kaca.


Rio menyebutkan, kondisi ibu tercintanya kini sering sakit-sakitan dan tak bisa lagi bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan dapur, kini menjadi tanggung jawab Rio.


“Ibu kena serangan jantung dan kini kondisi sudah mulai lemah, sering sakit–sakitan,” katanya.


Ditambahkan Rudi, 16, putra bungsu Mansur, pengalaman pahit dirinya sewaktu di kampung halaman, ia putus sekolah. Dulu sempat menginjak bangku pendidikan sekolah dasar di Solok Selatan, namun pendidikannya putus di tengah jalan karena keterbatasan biaya dan persoalan keluarga.


Di sela-sela rekonstruksi adegan pembunuhan yang dilakukan ayahnya kepada Dasrullah beberapa waktu lalu, Rudi menceritakan dirinya sudah malu tinggal di kampung halama lantaran ayahnya terjerat tindak pidana pencurian.


Dulu ayahnya merupakan orang kepercayaan untuk mengurus sapi milik rekannya di Solok Selatan, namun kepercayaan itu dimanfaatkan oleh sang ayah. Sapi peliharaan itu dijual tanpa sepengetahuan sang pemilik. Akhirnya sang ayah dilaporkan ke Polisi dan ditahan di Polsek Solok Selatan.


”Dulu sayo pernah sekolah, namun dak selesai kareno malu. Waktu itu ayah sayo dibawak polisi lantaran ado kasus jual sapi milik bosnya,” sebut Rudi.


Selama lebih kurang 15 hari dalam tahanan Solok Selatan, Mansur mencoba melarikan diri dan pelarian itu berhasil. Mansur kabur ke kabupaten Batanghari. Sudah tiga tahun terakhir Mansur tinggal di Desa Tidar Kuranji Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore