
Dua orang wisatawan berbelanja di Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat, beberapa waktu lalu. Pasar Seni Senggigi merupakan salah satu aset Pemprov NTB yang dikelola pihak ketiga.
Lima bulan setelah gempa, wisata Lombok menggeliat lagi lewat berbagai event, perbaikan infrastruktur, dan promosi tiada henti. Di gunung, pantai, dan pulau, para turis asing dan domestik kembali berseliweran.
FATIH K.J.-DEDI, Lombok Utara
---
DI atas Bukit Selong dua perempuan Jerman itu tertawa lebar. Yang mereka cita-citakan sejak setahun lalu tercapai: "menjangkau" puncak Gunung Rinjani.
"Kami gembira bisa melihat Rinjani dari dekat," kata Leah Kollomi yang didampingi sang kawan seperjalanan, Pia Lipfert, kepada Lombok Post (Jawa Pos Group) pekan lalu.
Tidak sedekat itu sebetulnya. Dari Bukit Selong di Sembalun, Lombok Timur (Lotim), puncak Rinjani nun ada di sana puluhan kilometer jauhnya. Tapi, untuk saat ini, Rinjani memang baru bisa mereka jangkau dengan cara seperti itu. Rentetan gempa yang menghembalang Lombok pada akhir Juli lalu membuat gunung setinggi 3.726 meter itu ditutup dari pendakian. Sampai sekarang.
Tapi, jangan lantas menganggap pariwisata Lombok, pulau tempat pusat pemerintahan Nusa Tenggara Barat berada, mati suri. Di musim liburan panjang akhir tahun, lima bulan setelah hajaran gempa, geliat terlihat di sana sini. Dari kaki Rinjani hingga ke Pantai Senggigi sampai ke tiga Gili.
Sebab, pariwisata adalah napas perekonomian Nusa Tenggara Barat. Dengan Rinjani, Senggigi, serta ketiga Gili sebagai ikon atau andalan. Tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan menembus 3,8 juta. Melampaui target 3,5 juta turis. Dan jauh di atas tahun sebelumnya yang tercatat 3,1 juta.
Infrastruktur terus dibenahi. Berbagai event digelar. Promosi digalakkan. Semua dilakukan demi satu tujuan, mengutip Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Gili Hotel Association (GHA), dan Gili Eco Trust Acok Zani Basok, "Pariwisata Lombok sudah pulih dan aman dikunjungi."
Kemarin (22/12), misalnya, APGT menghelat Gili Strong Triathlon 2018. Para peserta berkompetisi lari 7 kilometer, renang 600 meter, dan bersepeda 5 kilometer. "Rute lintasannya di Gili Trawangan. Jadi, selain berkompetisi olahraga, peserta bisa menikmati keindahan Gili Trawangan," jelasnya.
Selain event dari pelaku wisata, sejumlah penggiat lingkungan pun menggelar berbagai kegiatan sebagai salah satu cara untuk pemulihan trauma bagi masyarakat sekitar. Di antaranya Daur Fest 2018, pameran produk barang bekas yang didaur menjadi barang bernilai ekonomis. Recovery pariwisata di tiga Gili juga didukung perbaikan infrastruktur yang rusak. Antara lain perbaikan jalan yang diperkirakan selesai pada akhir 2018.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Utara Alfian menjelaskan, bahan pembangunan jalan itu menggunakan paving konblok yang telah diuji kelayakannya oleh Universitas Mataram. Jalan sepanjang 2,2 kilometer itu nanti dibagi tiga, yaitu untuk jalur pejalan kaki (pedestrian), jalur khusus cidomo, dan jalur untuk sepeda.
"Jalur untuk cidomo panjangnya 4 meter, sepeda 2 meter, dan trotoar untuk pejalan kaki 1,5 meter. Jadi, totalnya 7,5 meter. Nanti kami juga akan beri warna supaya jadi tanda mana jalur cidomo atau pejalan kaki," jelasnya.
Penataan kawasan pariwisata, khususnya tiga Gili, tidak akan berhenti sampai di Trawangan saja. Tahun depan rencananya Gili Meno dan Air pun akan disasar. Bahkan, Ditjen Cipta Karya pusat akan ikut ambil bagian untuk pembangunan sisa di Gili Trawangan.
Wisatawan, termasuk asing, pun mulai berdatangan kembali. Muhammad, salah seorang pelaku wisata di Gili Trawangan, mengatakan, per 1 September para tamu sudah mulai berdatangan. "Ya, sekitar 1.500 orang," klaimnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
