
Goa Kasah di Kabupaten Kerinci, Jambi yang menyimpan misteri
GOA Kasah terletak di Desa Renah Kasah, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Terletak di kawasan paling ujung Kerinci bagian Barat, membuat Desa Renah Kasah sering dikatakan terisolir. Namun cerita soal goa ini terus saja melegenda.
IRVA GUSNADI, Kerinci
AKSES jalan menuju Desa Renah Kasah hanya bisa dilalui dengan motor. Meskipun demikian, Desa ini merupakan desa yang menyimpan cerita menarik bersejarah ribuan tahun lalu, dikarenakan adanya Goa Kasah. Goa Kasah yang menjadi salah satu situs sejarah di Kerinci ini, memang sangat menarik untuk dieksplor. Menurut cerita, Goa Kasah tersebut menjadi tempat tinggal bagi manusia purba yang hidup ribuan tahun lalu.
Terdapat beberapa lukisan dan tulisan di dinding goa, serta kursi batu dan juga kamar dengan batu yang menyerupai tempat tidur. Lokasinya pun cukup sulit dijangkau, menjadi tantangan tersendiri yang cukup seru untuk ditaklukkan. Aroma mistis sangat teras saat memasuki goa.
Namun sangat disayangkan, goa kasah yang menyimpan misteri tersebut, karena kurang dikelola dengan baik. Sebab, jalan untuk menuju ke desa Renah Kasah harus melewati rawa sehingga warga harus menggunakan kayu dan papan untuk bisa melintasi rawa dari desa Sungai Sampun menuju Renah Kasah.
Bahkan beberapa akhir-akhir ini, jalan tersebut sempat terendam banjir selama 1 Bulan, menyebabkan warga tidak bisa ke luar.
Setiap pengunjung, diwajibkan untuk terlebih dahulu meminta izin kepada penjaga atau juru kunci goa. Jika ada orang yang datang tanpa seizin juru kunci, dipercaya orang tersebut akan tertimpa musibah. Selain itu, pengunjung pun harus menjaga perilaku serta perkataan selama di dalam goa.
Secara administratif, Goa Kasah terletak pada Desa Renah Kasah, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Untuk mencapai goa, bukan persoalan yang mudah karena berbagai rintangan harus dilalui wisatawan. Berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Sungai Penuh, wisatawan bisa menuju ke goa dengan perjalanan kurang lebih satu jam.
Kondisi tanah di dalam goa yang lembab dan licin, mengharuskan pengunjung untuk menggunakan sepatu boots agar tidak kesulitan dalam susur goa. Menurut sesepuh setempat, goa ditemukan sekitar tahun 1960 saat pencarian lahan baru untuk bercocok tanam. Goa ini diperkirakan memiliki panjang 150 meter, dan lebar mencapai 20 meter.
Terdapat ruang utama dengan ukuran yang cukup besar, serta lorong-lorong gelap menuju ke ruang lain yang lebih kecil. Pada ruang utama ini bisa dijumpai sebuah kursi besar terbuat dari batu yang diperkirakan dulunya digunakan sebagai tempat duduk raja. Selain itu, ditemukan pula batu dengan permukaan datar yang semakin menguatkan dugaan bahwa goa ini pernah menjadi tempat tinggal manusia purba.
Udara dingin, serta minimnya pencahayaan di dalam goa seolah menciptakan suasana yang mencekam. Terkadang akan terdengar suara tetesan air dari atap goa yang memecah keheningan. Selain menjadi rumah bagi kelelawar, banyak pula ditemukan burung walet serta sarang-sarang walet di dalam goa.
Tak seperti goa pada umumnya, jumlah stalaktit dan stalakmit di goa ini terbilang tak terlalu banyak. Pada dinding-dinding goa terdapat beberapa tulisan serta lukisan yang menyerupai perempuan berambut panjang. Namun sayangnya, masih belum dilakukan penelitian lebih jauh tentang goa ini. Hal ini dikarenakan, membutuhkan biaya yang cukup besar.
Syafriadi, warga Renah Kasah mengatakan bahwa Goa Kasah merupakan potenai wisata bersejarah yang dimiliki Kabupaten Kerinci. Jika akses menuju Goa Kasah, jalannya dibuat sebagus mungkin. Tentunya, ini akan menjadi wisata yang ramai yang akan dikunjungi bukan hanya wisata dalam negri, akan tetapi juga manca negara.
"Coba kita lihat goa di Bengkulu, di perbarui Pemerintah sebagus mungkin, sehingga ramai dikunjungi orang. Kita berharap, Goa Kasah akan dibuat seperti itu," harapnya.
Camat Kayu Aro, Edi Ruslan, saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya sudah lama diketahui goa kasah tersebut. Namun, karena akses untuk menuju ke lokasi tersebut melalui medan yang cukup berat. "Akses yang tidak baik itu jalannya, karena jalan dari desa Sungai Sampun menuju ke Renah Kasah harus melalui rawa, sebab wilayah itu kebanyakan rawa," jelasnya kemarin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
