
HASIL KERJA KERAS: Husaini bersama rekan-rekannya sedang melihat proses penulisan kaligrafi. (DOKUMENTASI PRIBADI)
Photo
HASIL KERJA KERAS: Foto sampul mushaf Alquran yang didaftarkan Husaini dalam lomba iluminasi Kementerian Agama. (DOKUMENTASI PRIBADI)
Melompat pulau, Husaini mengambil ornamen batik kawung dari Jawa. Menurut dia, motif kawung ini kadang juga ditafsirkan sebagai gambar bunga lotus. ’’Lotus adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian,’’ jelasnya.
Selanjutnya, dia juga menggunakan motif borneo. Menurut dia, motif borneo mempunyai filosofi dalam tiap guratannya. Di antaranya, perlambang sebuah pohon kehidupan bagi warga suku Dayak. Selain itu, dia mengambil motif batik mega mendung khas Cirebon, motif padjadjaran, dan sulur bunga dari Jogjakarta.
Dibutuhkan waktu dua bulan bagi Husaini untuk menyiapkan materi lomba yang pemenangnya diumumkan November tahun lalu itu. Siang dan malam, di tengah kesibukannya mengajar di Pesantren Lemka, waktu pria kelahiran Bogor, 2 Mei 1979, itu habis untuk membuat sketsa di kertas ukuran A1.
Sesuai dengan ketentuan Kemenag, desain iluminasi yang dikirim merupakan satu paket. Di antaranya, untuk sampul atau kulit mushaf, iluminasi awal mushaf atau pada surah Al Fatihah dan awal surah Al Baqarah, bingkai halaman teks Alquran, serta hiasan-hiasan tepi halaman.
Baca juga: Mukjizat, 4 Mushaf Alquran Ditemukan Utuh Meski Rumah Ludes Terbakar
Husaini mengaku tidak bekerja sendirian menyelesaikan materi lomba itu. Dia dibantu seorang ahli untuk membuat vektor.
Tugasnya adalah mengubah hasil sketsa karya tangan Husaini menjadi vektor. Setelah itu, baru digambar secara digital dan dikirim ke panitia lomba.
Keterampilan iluminasi mushaf Alquran umumnya sepaket dengan kaligrafi. Begitu pun di pesantren khusus kaligrafi Lemka, para santri disuguhi materi belajar kaligrafi dan iluminasi.
’’Dari subuh sampai malam belajarnya ya itu saja (kaligrafi dan iluminasi, Red),’’ jelasnya.
Husaini mendalami keterampilan iluminasi secara otodidak sejak sekitar 20 tahun lalu. Tepatnya ketika dia duduk di bangku madrasah aliyah (MA) di Pesantren Darussalam Bogor. Di tempatnya sekolah saat itu, sudah ada pembelajaran khusus kaligrafi.
Setelah itu, dia juga ikut kursus kaligrafi di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, sekitar satu tahun. Dia tidak sampai kuliah di kampus tersebut karena persoalan biaya. Sampai akhirnya, dia menjadi satu di antara 50-an guru kaligrafi dan iluminasi di Pesantren Lemka.
Keterampilan dalam kaligrafi dan iluminasi membuat Husaini terlibat dalam sejumlah proyek pembuatan ornamen kaligrafi di sejumlah masjid. Di antaranya, Masjid Al-Istiqamah di Bogor yang dikelola mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan keluarga.
Berbagai warisan penting iluminasi Nusantara sekarang tersimpan di beberapa museum, perpustakaan, pesantren, ahli waris, dan kolektor naskah kuno. Jumlahnya diperkirakan 1.500 naskah. Secara digital, koleksi kuno tersebut bisa diakses di website seamushaf.kemenag.go.id.
Husaini beserta tim juga pernah terlibat dalam proyek pembuatan mushaf Alquran dengan motif khas Riau atau Kepulauan Riau. Dia butuh waktu sekitar dua tahun untuk menyusunnya.
Nanti dia membuat kantor sekretariat untuk bekerja di Riau. Mulai mengumpulkan bahan, membuat sketsa, hingga menulis Alquran huruf demi huruf.
’’Iya, tulisan Alquran-nya ditulis tangan,’’ katanya.
Biasanya dibagi dengan skema satu orang menulis beberapa juz Alquran. Saat ini Husaini dapat menyelesaikan tulisan tangan Alquran rata-rata dua lembar dalam sehari.
Setelah selesai ditulis tangan, kemudian di-scan untuk digandakan. Tulisan huruf Alquran dibuat dengan standar keterbacaan umat Islam di Indonesia sehingga tetap mudah dibaca.
Keterampilan kaligrafi dan iluminasi itu juga membawanya keliling dunia. Di antaranya, mengikuti pameran di Eropa. Selain itu, dia sempat memperdalam keterampilan di Turki melalui kursus selama dua mingguan.
Menurut dia, minat di bidang kaligrafi dan iluminasi cukup tinggi. Saat ini ada 180 santri di Pesantren Lemka. Mereka umumnya lulusan madrasah aliyah atau setingkat SMA.
’’Ada juga yang sementara cuti sekolah demi memperdalam keterampilan kaligrafi,’’ katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=x-swdu2656s

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
