
JATUH HATI: Tasya menunjukkan tampilan depan aplikasi I Love Wayang (ILW). Dia berharap ikon pewayangan bisa lebih dikenal di kalangan anak-anak Indonesia. (Dimas Nur Aprianto/Jawa Pos)
Berawal dari rasa penasaran tentang cerita wayang, Tasya Gita Cahyani akhirnya jatuh hati pada dunia pewayangan. Mahasiswi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) itu memberanikan diri membuat aplikasi belajar tentang wayang. Aplikasi dengan nama I Love Wayang (ILW) yang mengusung tokoh pandawa.
DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya
DARA 22 tahun itu kali pertama mendengar cerita wayang dari kakeknya. Kala itu, usia Tasya Gita Cahyani baru 5 tahun. Keluarganya memang lekat dengan salah satu seni budaya yang berasal dan berkembang di Jawa tersebut. ’’Kalau lagi sama Mbah Kung (kakek, Red) dikasih tahu tentang nama-nama tokoh dan karakter wayang,” katanya.
Usia Tasya terus bertambah. Namun, rasa cintanya pada cerita pewayangan tak luntur. Sesekali dia menghabiskan waktunya menonton pertunjukan wayang dengan memutar video online (YouTube). Cerita pandawa menjadi primadonanya.
Karena itu, dia mengusung karakter tokoh pandawa dalam pewayangan pada aplikasi ciptaannya. Yakni, I Love Wayang (ILW). Aplikasi tersebut hanya bisa didapat pada handphone yang berbasis Android. Tasya memilih pandawa untuk ILW karena jatuh cinta dengan karakter Yudistira, Bima, Arjuna, serta Nakula dan Sadewa. Menurut dia, pandawa menggambarkan sifat manusia yang spesifik.
Tasya membuat ILW berawal dari kegiatan pemilihan mahasiswa berprestasi (pilmapres). Ide ILW ternyata mendapatkan apresiasi dan mengena di hati para juri dari fakultas hingga universitas. Sayangnya, ILW gagal meraih juara I di tingkat universitas.
Tapi, Tasya tak berkecil hati. Apalagi, aplikasi tersebut diciptakan tak sekadar untuk kompetisi. Tasya menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan aplikasi. Dia pun mendaftarkan gagasan dan desain ILW agar memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM pada Juni lalu.
Mahasiswi semester VII jurusan teknik informatika itu membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu untuk membuat sistem di aplikasi ILW. Kemudian riset tentang tokoh pandawa sekitar dua minggu. Pasar pengguna aplikasi tersebut adalah anak-anak sekolah dasar mulai kelas III hingga IV.
Sementara ini, ILW sudah bisa digunakan untuk pembelajaran seputar informasi terkait pandawa. Juga, permainan tanya jawab tentang para tokoh pewayangan tersebut. Tasya mengatakan bahwa dirinya belum puas dengan bentuk aplikasi ILW yang sekarang. ’’Aku kepingin ILW itu bisa dimainkan. Layaknya game Mobile Legends,” ujarnya.
Dia mengakui keinginannya tersebut bukan perkara mudah. Alumnus SMA Negeri 1 Cerme itu menyebut detail gambar wayang menjadi salah satu tantangan utamanya. Menurut dia, wayang memiliki pakem khusus dalam urusan detail gambar. ’’ILW bakal aku titipkan ke fakultas. Sudah ada tim adik angkatan yang akan melanjutkan untuk mengembangkan. Waktunya nggak nutut juga (jika dikerjakan sendiri),” ucapnya.
Kefin Pradita adalah adik kelas Tasya yang berencana meneruskan pengembangan ILW. Kefin menargetkan, ada penambahan fitur-fitur baru di dalam ILW. Tidak terkecuali tambahan konten. ’’Aku ingin nambah konten tradisi-tradisi kebudayaan daerah. Ada ikon tradisi daerah di aplikasi,” ungkapnya.
Tasya berharap kelak wayang bisa menjadi ikon yang tak pernah pudar. Generasi muda di bawahnya perlu belajar tentang pewayangan dengan menyenangkan. Salah satunya melalui aplikasi belajar dan permainan yang dia buat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
