
Detroit Metal City. (Istimewa)
JawaPos.com - Sudah lebih dari 6 dekade, musik metal hidup sebagai salah satu simbol pemberontakan yang paling liar terhadap dunia. Baik secara karya maupun image para personelnya, genre ini begitu lekat dengan tema perlawanan, anti-kemapanan dan kebebasan.
Berakar dari blues rock dan psychedelic rock yang populer di akhir tahun 1960-an, metal selalu mengambil posisi antitesis dari budaya arus utama.
Distorsi gitar cepat nan rumit yang meraung seperti binatang buas, dentuman drum dan bass yang menggedor dada, hingga lirik eksplisit dalam balutan teriakan vokal yang bergemuruh adalah bentuk pelampiasan manusia akan rasa muak mereka terhadap dunia modern yang berada di bawah kendali industri.
Logika ini secara absurd dijungkirbalikkan oleh mangaka Kiminori Wakasugi lewat sebuah manga dark comedy berjudul Detroit Metal City.
Secara premis, Detroit Metal City sebetulnya tidak lebih dari kisah seorang musisi pop alim dan sopan yang menjelma menjadi frontman band death metal yang erat dengan lawakan cabul dan humor 'tolol'.
Namun sesungguhnya, manga ini juga menyajikan sesuatu yang cukup miris. Di balik parodi musik metalnya, Detroit Metal City adalah sebuah kisah tragedi tentang pemberontakan yang dijinakkan oleh selera pasar.
Baca Juga:Sirkus Tragis Tanpa Katarsis: Voyeurisme Menjijikkan Manusia Terhadap Penderitaan dalam 'Midori'
Detroit Metal City mengisahkan seorang musisi muda bernama Soichi Negishi. Jauh dari kesan metal, Negishi aslinya adalah sosok pemalu yang sangat menggandrungi genre musik Swedish pop dan Shibuya-kei dengan lagu-lagu cintanya yang lembut.
Sebagai musisi pop, Negishi tidak memiliki cita-cita yang lebih besar dari menjadi seorang seniman yang menyebarkan cinta lewat nyanyian melodius dan permainan gitarnya.
Sayangnya, suratan takdir berkata lain. Alih-alih menjadi bintang pop yang hangat dan penuh kelembutan, Sang Nasib justru membawa Negishi berpindah jalur menjadi sesuatu yang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022