
layar yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
JawaPos.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat tipis hingga penutupan perdagangan bursa Senin (9/10). Data perekonomian Amerika Serikat (AS) masih menjadi sentimen utama. Tren penguatan diproyeksi masih bakal terus berlanjut.
IHSG ditutup naik 0,4 persen atau 2,93 poin di posisi 6.891,45. Analis pasar modal Hans Kwee menuturkan, data tenaga kerja non-farm payrolls AS pada September lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yakni sebesar 336 ribu berbanding proyeksi 171 ribu. Angka tersebut mengindikasikan ketenagakerjaan AS masih solid. Namun, di sisi lain pertumbuhan upah melambat.
"Sehingga berpotensi membuat The Federal Reserve melakukan jeda kenaikan suku bunga pada pertemuan November mendatang," ucap Hans kepada Jawa Pos tadi malam.
Yield obligasi pemerintah AS alias US Treasury masih tetap tinggi. Naik ke atas level 4,7 persen pada awal Oktober 2023 dari kisaran 4 persen di akhir Agustus 2023.
"Yield yang tinggi berpotensi mendorong ekonomi AS mengalami hard lending dan The Fed mungkin tidak akan menaikkan bunga lagi," imbuhnya.
Dari Asia, Hans menyatakan perekonomian Tiongkok mulai membaik. Tecermin dari permintaan kredit yang meningkat. Bank sentral Tiongkok People's Bank of China mengumumkan bahwa pinjaman baru pada Agustus 223 mencapai CNY 1,36 triliun. Naik dibanding pinjaman baru pada Juli 2023 senilai CNY 345,9 miliar
"Meski dibayangi oleh masalah permintaan domestik yang lemah, tekanan pasar tenaga kerja, dan pasar real estate yang menjadi tulang punggung perekonomian mereka," jelasnya.
Menurut dia, pasar menantikan data inflasi AS pekan ini. Perkiraannya relatif tetap dan berpotensi melanjutkan penurunan.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyatakan, pasar saham Indonesia sampai dengan 29 September 2023 melemah tipis sebesar 0,19 persen month-to-date (MtD) dengan non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp4,06 triliun. Menurun dari Agustus 2023 dengan outflow Rp 20,10 triliun.
"Utamanya akibat transaksi crossing. Beberapa sektor di IHSG pada September 2023 masih dapat menguat diantaranya sektor barang baku dan sektor energi," jelasnya dalam rapat dewan komisioner secara virtual.
Sebelum net sell jumbo pada Agustus 2023, investor asing masih mencatatkan net buy Rp 18,92 triliun per akhir Juli 2023. Dia mengungkapkan bahwa dari sisi likuiditas rata-rata transaksi harian (RNTH) Seyember 2023 di pasar modal RI tercatat naik dari bulan sebelumnya.
"RNTH September 2023 mencapai Rp 11,36 triliun pada bulan September dan rata-rata Rp 10,49 triliun tahun ini," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
