
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (20/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal rencana PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang berencana akan mengajukan tambahan dana likuiditas pemerintah sebesar Rp 10 triliun.
Purbaya mengaku baru akan mempertimbangkan untuk bisa menambah dana ke BTN jika suratnya sudah diterima. Dia pun menyebut, akan menambahnya jika suratnya sudah jadi.
"Yang BTN belum kita salurkan kenapa? karena suratnya belum sampai, dia baru mau akan kelihatannya. Tapi kalau nanti sampai ke kita, kita lihat kita ases kita pertimbangkan untuk ditambah," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, dikutip Jumat (21/11).
"Bilang kalau suratnya udah jadi nanti kita kasih," tambahnya.
Selain itu, Purbaya juga mengaku belum menerima surat dari BTN. Bahkan, ia menilai aneh lantaran menurut catatannya, realisasi penyaluran di BTN masih rendah karena baru mencapai 41 persen, sedangkan perbankan lainnya sudah ada yang tembus 100 persen.
"Kalau yang di record kita, dari yang Rp 55 triliun pertama penyerapannya di Mandiri 100 persen sudah disalurkan, BRI 100 persen, BNI 68 persen, BTN baru 41 persen, BSI sudah 99 persen. Kenapa dia minta lagi ya? Aneh juga dia," jelas Purbaya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu menyampaikan bakal melayangkan surat kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk meminta tambahan dana likuiditas sebesar Rp 10 triliun.
Tambahan dana itu ia akan ajukan lantaran sudah habisnya suntikan likuiditas sebesar Rp 25 triliun yang dikucurkan ke BTN. Adapun realisasinya hingga awal November ini sudah mencapai Rp 24,7 triliun.
"Kita akhir Oktober hampir Rp 24 triliun, di awal November kemarin Rp 24,7 triliun udah abis lah, sebentar lagi sudah abis," kata Nixon saat ditemui di Menara I BTN, Jakarta Pusat, Selasa (18/11).
Meski begitu, Nixon belum bisa menjamin apakah permintaannya itu akan disetujui Menkeu Purbaya atau tidak. Namun ia memastikan bahwa pihaknya akan berusaha untuk memperoleh dana tambahan itu.
"Kita lagi pengen ngajuin surat gitu ya, tapi belum tau di setujui atau tidak setuju. Namanya usaha kan boleh aja ya. Kita pengen minta tambahan antara Rp 5 sampai Rp 10 triliun jika memang dimungkinkan," lanjutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022