Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Mei 2026 | 15.12 WIB

Presiden Prabowo Santai soal Melemahnya Rupiah, Pengamat Soroti Risiko PHK dan Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto santai soal melemahnya rupiah, Pengamat soroti risiko PHK dan kemiskinan (16/5). (Bakom RI) - Image

Presiden Prabowo Subianto santai soal melemahnya rupiah, Pengamat soroti risiko PHK dan kemiskinan (16/5). (Bakom RI)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu santai merespons kondisi melemahnya Rupiah, dengan statement kontroversial yang menyebut 'Orang desa tidak pakai Dolar'. Sejumlah pengamat ekonomi memberi kritik keras, dan sebagian menyoroti risiko PHK dan kemiskinan akibat kondisi depresiasi kurs.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah masih menjadi perbincangan hangat. Sebab, hal ini dipercaya memberikan sejumlah dampak negatif bagi roda perekonomian di Indonesia.

Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menjelaskan, salah satu dampak yang bisa terjadi yakni timbulnya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masyarakat jika kurs dolar terus tak terkendali.

“PHK itu bisa terjadi kalau apa? Kalau kurs dolarnya tidak terkendali, perusahaan rugi. 70 persen manufaktur kita bahan-bakunya itu diimpor. Kan selama ini perusahaan menahan dengan mengorbankan margin dia. Jadi dia tetap berproduksi, harga barang nggak naikin tinggi. Nah kalau lama, rupiahnya melemah, dia terpaksa harus naikin harga,” kata Hans Kwee saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (17/5).

Dia menegaskan, saat ini penduduk Indonesia banyak yang berada di kelas menengah ke bawah. Dirinya percaya bahwa gelombang PHK sendiri akan lebih berdampak pada masyarakat yang berada di kelas tersebut.

“Sebagian besar penduduk kita itu menengah ke bawah. Nah penduduk yang menengah ke bawah ini kalau ada goncangan ekonomi dia langsung berubah jadi kelas miskin. Nah itu yang jadi masalah,” jelasnya.

“Terutama kalau terjadi PHK massal. Jadi selama ini dia kerja, begitu dia di-PHK dia langsung jadi orang miskin,” imbuhnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS.

Dia justru menyindir pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan mengalami krisis hanya karena kurs rupiah melemah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore