
Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Morgan Stanley Capital International (MSCI), mempertimbangkan untuk reklasifikasi status Indonesia dari pasar berkembang atau Emerging Markets menjadi Frontier Markets.
Dalam laporan terbarunya, MSCI 2026 Market Classification Review menyebutukan bahwa bursa saham Indonesia masih berada di dalam kategori Emerging market.
“Pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi terkait perlakuan yang tepat terhadap pasar Indonesia, termasuk kemungkinan melakukan konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari status Pasar Berkembang (Emerging Markets) menjadi Pasar Frontier (Frontier Markets),” tulis MSCI dalam MSCI 2026 Market Classification Review, Rabu (24/6).
Potensi penurunan tersebut terjadi karena adanya kekhawatiran investor terhadap kurangnya transparansi yang berkelanjutan dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai adanya perilaku perdagangan yang terkoordinasi pada bursa saham di Indonesia.
“Isu tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya serta untuk mengandalkan harga pasar yang terlihat dalam konstruksi portofolio dan replikasi indeks,” tulis MSCI.
Dalam lapornya, MSCI menyebutkan bahwa pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran yang mendalam terkait kelayakan investasi (investability) yang timbul dari permasalahan tersebut.
MSCI mengakui adanya upaya reformasi transparansi yang dilakukan oleh sejumlah stakeholder terkait di Indonesia seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Adapun, upaya yang dilakukan diantaranya peningkatan keterbukaan informasi mengenai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan untuk meningkatkan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen.
Meskipun pengumuman tersebut merupakan langkah ke arah yang benar, yang terpenting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten serta dampak yang berkelanjutan dari langkah-langkah tersebut di seluruh pasar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022