Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 19.38 WIB

MSCI Review 2026: Hans Kwee Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indoneia (BEI) Jakarta. (JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indoneia (BEI) Jakarta. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menyebut Indonesia berpeluang tetap bertahan pada kategori Emerging Market sekaligus memperoleh pencabutan status Interim freeze dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) Market Classification Review pada 23 Juni 2026.

Ia mengatakan, terdapat kemungkinan Indonesia tetap bertahan di kategori Emerging Market sementara status interim freeze belum dicabut.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lagi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham Indonesia karena saham-saham yang berpotensi keluar dari indeks MSCI telah mengalami penyesuaian sebelumnya.

“Interim freeze hanya akan menunda potensi saham-saham Indonesia untuk masuk ke dalam indeks MSCI pada review Agustus,” ujar Hans pada catatanya yang diterima JawaPos, Senin (22/6).

Hans mengatakan, potensi pencabutan status interim freeze didasarkan oleh hasil MSCI Accessibility Review 2026 yang menunjukkan posisi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Dimana, dari 18 kriteria yang digunakan MSCI, Indonesia memperoleh 10 nilai "++", enam nilai "+", dan hanya dua nilai "-". Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Indonesia di bawah Hong Kong yang meraih 14 nilai "++", tiga nilai "+", dan satu nilai "-", serta Malaysia dengan 12 nilai "++" dan enam nilai "+" tanpa nilai negatif.

Namun, Indonesia masih unggul dibandingkan India, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Bahkan jika dibandingkan dengan Vietnam yang berpeluang naik ke kategori Emerging Market, Indonesia masih mencatat hasil yang lebih baik. Vietnam memperoleh enam nilai "++", empat nilai "+", dan delapan nilai "-".

Sebagaimana diketahui, Dalam penilaian MSCI, simbol "++" menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global tanpa isu yang signifikan. Simbol "+" menunjukkan area yang masih dapat ditingkatkan, sedangkan simbol "-" menandakan adanya perhatian yang memerlukan perbaikan.

Lanjutnya, hampir seluruh indikator Indonesia bertahan dalam review 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya aspek Information Flow yang mengalami penurunan dari nilai "+" menjadi "-". Sementara indikator lainnya tetap berada pada posisi yang sama.

"Terkait aspek Information Flow, sebenarnya sudah dijawab OJK dan SRO lewat agenda reformasi pasar modal. Saya melihat kriteria ini akan naik kembali pada review berikutnya," ujarnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore