
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indoneia (BEI) Jakarta. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menyebut Indonesia berpeluang tetap bertahan pada kategori Emerging Market sekaligus memperoleh pencabutan status Interim freeze dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) Market Classification Review pada 23 Juni 2026.
Ia mengatakan, terdapat kemungkinan Indonesia tetap bertahan di kategori Emerging Market sementara status interim freeze belum dicabut.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lagi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham Indonesia karena saham-saham yang berpotensi keluar dari indeks MSCI telah mengalami penyesuaian sebelumnya.
“Interim freeze hanya akan menunda potensi saham-saham Indonesia untuk masuk ke dalam indeks MSCI pada review Agustus,” ujar Hans pada catatanya yang diterima JawaPos, Senin (22/6).
Hans mengatakan, potensi pencabutan status interim freeze didasarkan oleh hasil MSCI Accessibility Review 2026 yang menunjukkan posisi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.
Dimana, dari 18 kriteria yang digunakan MSCI, Indonesia memperoleh 10 nilai "++", enam nilai "+", dan hanya dua nilai "-". Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Indonesia di bawah Hong Kong yang meraih 14 nilai "++", tiga nilai "+", dan satu nilai "-", serta Malaysia dengan 12 nilai "++" dan enam nilai "+" tanpa nilai negatif.
Namun, Indonesia masih unggul dibandingkan India, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, dan Thailand. Bahkan jika dibandingkan dengan Vietnam yang berpeluang naik ke kategori Emerging Market, Indonesia masih mencatat hasil yang lebih baik. Vietnam memperoleh enam nilai "++", empat nilai "+", dan delapan nilai "-".
Sebagaimana diketahui, Dalam penilaian MSCI, simbol "++" menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global tanpa isu yang signifikan. Simbol "+" menunjukkan area yang masih dapat ditingkatkan, sedangkan simbol "-" menandakan adanya perhatian yang memerlukan perbaikan.
Lanjutnya, hampir seluruh indikator Indonesia bertahan dalam review 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya aspek Information Flow yang mengalami penurunan dari nilai "+" menjadi "-". Sementara indikator lainnya tetap berada pada posisi yang sama.
"Terkait aspek Information Flow, sebenarnya sudah dijawab OJK dan SRO lewat agenda reformasi pasar modal. Saya melihat kriteria ini akan naik kembali pada review berikutnya," ujarnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
