
Photo
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, game seluler dilaporkan terus mengalami kenaikan pemain dan angka transaksi yang terus meningkat. Ditambah lagi, pandemi Covid-19 juga membuat para gamers mobile menghabiskan begitu banyak uang untuk game smartphone mereka.
Berdasarkan laporan terbaru, diperkirakan pengeluaran para gamers mobile selama tahun 2022 di seluruh dunia akan mencapai USD 136 miliar atau berkisar Rp 1,9 kuadriliun. Hal ini merupakan kenaikan berkali-kali lipat dari data pada tahun 2019 yang melaporkan dimana para pemain menghabiskan total uang tidak kurang dari USD 60 miliar atau berkisar Rp 872,3 triliun.
Kenaikan angka sedemikian signifikan ini memang tidak mengherankan. Seperti sudah disinggung di atas, selama beberapa tahun terakhir, mobile gaming telah mengalami pertumbuhan yang eksponensial, baik dari segi jumlah pemain maupun dari segi pengeluaran.
Namun, seperti yang diungkapkan oleh laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC), pasar game seluler telah tumbuh dengan stabil selama dua tahun terakhir, terutama didorong oleh pandemi Covid-19. Untuk tahun 2022, perusahaan riset tersebut memperkirakan bahwa game seluler akan menghasilkan tidak kurang dari Rp 1,9 kuadriliun. Secara keseluruhan, game Android dan iOS saja mewakili 61 persen dari pasar video game global.
Rinciannya, selama kuartal I 2022, gamer seluler menghabiskan Rp 1,6 miliar per minggu. Namun pasar PC dan konsol tidak akan kalah, dengan keuntungan masing-masing diperkirakan mencapai USD 42 miliar dan USD 40 miliar atau setara dengan Rp 581,5 triliun sampai Rp 610,6 triliun.
Melalui lapprannya, IDC juga mencatat lonjakan penjualan konsol setelah Microsoft dan Sony menyelesaikan masalah seputar produksi PS5 dan Xbox Series X. Secara total, seluruh industri video game tersebut diklaim mencapai USD 222 miliar pada tahun 2022 atau berkisar Rp 3,2 kuadriliun lebih.
Lexy Sydow, kepala riset pasar untuk IDC menyampaikan, mitra mereka di GamesBeat dan menjelaskan mengapa pasar ponsel begitu booming. "Saya pikir Covid-19 adalah katalisnya, tetapi trennya ada, jadi saya pikir itu hanya fakta bahwa Covid-19 telah membawa lebih banyak orang ke dunia game," katanya.
Dirinya juga heran mengapa pasar game mobile bisa sedemikian tinggi. "Saya pikir ada banyak orang yang tidak pernah benar-benar memainkan game seluler dan mungkin melakukannya untuk pertama kalinya selama Covid-19. Tetapi pada akhirnya, fenomena ini benar-benar berkembang dari waktu ke waktu," terangnya.
Dia juga menambahkan, game seluler menampilkan keragaman profil pemain yang lebih besar daripada di media lain dengan proporsi yang signifikan dari pemain wanita dan baby boomer. Selain itu, laporan ini menegaskan bahwa pertumbuhan kekuatan smartphone mendorong daya tarik ini untuk game mobile. Ditambah lagi banyaknya kehadiran smartphone yang spesifik menyasar pasar gaming mobile.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022