
Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Suasana di kompleks Masjid Dzulhulaifah, atau lebih dikenal sebagai Masjid Bir Ali, Madinah, tampak padat sejak Sabtu pagi (10/5). Ribuan calon jemaah haji dari berbagai negara mulai berdatangan untuk menjalani miqat, yakni niat memulai ihram sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk umrah wajib.
Sekitar pukul 07.00 waktu Arab Saudi, deretan bus dari Tiongkok, Turki, Pakistan, dan Bangladesh lebih dulu memadati parkiran utama. Jemaah pria dari negara-negara tersebut sudah mengenakan kain ihram dua lembar tanpa jahitan. Semakin siang, parkiran Bir Ali semakin penuh. Namun arus kendaraan tetap lancar karena skema singgah yang diberlakukan maksimal 30 menit per bus, sesuai kebijakan Pemerintah Arab Saudi.
Bus-bus Indonesia mulai memasuki kawasan Bir Ali sekitar 07.15. Menurut data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), pada hari pertama pendorongan, ada 73 bus membawa 2.864 calon jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah. Mereka berasal dari tujuh kloter awal, termasuk JKG 1, embarkasi Pondok Gede.
Di lapangan, tampak sejumlah calon jemaah haji lansia yang memilih tetap berada di dalam bus. Mereka menunggu calon jemaah lain selesai salat sunnah ihram di masjid. Setelah semua kembali bus, dalam perjalanan ke Makkah, petugas dari pembimbing ibadah akan membantu melafakan niat. Lalu jemaah melafalkannya secara bersama di bangku masing-masing.
“Untuk lansia dan disabilitas, cukup niat dari bus. Itu sah secara fiqih,” kata Prof. Aswadi Syuhada, Konsultan Ibadah Haji Kementerian Agama.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekhusyukan saat niat ihram. “Kami anjurkan niat bersama di bus. Supaya kalau ada yang ragu, bisa dikuatkan oleh teman sebelahnya. Niat juga boleh dilakukan dalam kondisi tidak suci, karena yang wajib suci hanya saat thawaf,” jelasnya.
Prof. Aswadi juga mengingatkan larangan paling umum selama berihram, termasuk larangan memakai pakaian berjahit bagi pria, serta menutup wajah dan telapak tangan bagi wanita.
“Banyak jemaah pria yang masih lupa melepas celana dalam. Tadi juga ada yang menyimpan sandal di loker masjid dan lupa pintunya, membuat lama di masjid. Lebih baik masukkan plastik,” ujarnya.
Untuk jemaah wanita, kata dia, memakai sarung tangan rapat seperti pengendara motor tidak diperbolehkan. “Yang boleh adalah kain longgar yang tidak menjiplak bentuk jari. Kalau menutup semua jari dengan rapat, itu terkena larangan,” ucapnya.
Proses miqat di Bir Ali berlangsung efisien. Dalam rentang 30-an menit, tiap bus menyelesaikan seluruh rangkaian, termasuk salat sunnah dua rakaat di dalam Masjid Bir Ali bagi yang mampu turun. Setelah itu, rombongan langsung diberangkatkan menuju Makkah.
Petugas sektor Bir Ali yang disebar di berbagai titik juga membantu mengarahkan jemaah yang sempat tersesat atau lupa titik kumpul.
“Di setiap parkiran ada nomor tiang, di setiap toilet ada nomor pintu. Kami minta jemaah mengingat betul masuk lewat pintu berapa, agar keluar dari pintu yang sama,” ujar Muhammad, Kepala Sektor Khusus Bir Ali.
Dengan dukungan koordinasi yang baik, proses miqat di Bir Ali hari ini berjalan tertib dan lancar. Dari lansia yang memilih tetap di bus, hingga jemaah yang salat sunnah di masjid, semua menjalani prosesi ihram dengan khidmat sebelum memasuki perjalanan spiritual menuju Makkah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
