
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberi keterangan soal usulan fatwa terkait Haji ke MUI kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (26/1/2026). (MCH)
JawaPos.com-Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan sebanyak 13 calon petugas haji terpaksa harus dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi dengan berbagai alasan.
“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil usai pengukuhan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.
Dahnil mengatakan para peserta yang dicopot ini karena berbagai alasan, seperti indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, dan lainnya. Bahkan ada peserta yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), padahal memiliki penyakit tuberkulosis (TBC).
Ia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi mereka yang akan menjadi petugas haji. Seluruh proses pendidikan dan pelatihan harus diikuti secara menyeluruh dan transparan. Mengingat, para petugas ini bakal menjadi garda terdepan dalam melayani tamu-tamu Allah SWT.
“Akhirnya ya sudah kita mau orang yang siap 20 hari fokus di sini, ikut pelatihan, ikut aturan dan sebagainya. Dan itu semuanya keputusan diambil oleh tim pelatih dari teman-teman TNI dan Polri,” kata Dahnil.
Aturan tersebut tidak hanya berlaku saat diklat, ketika sudah berangkat ke Tanah Suci juga seluruh petugas haji mesti disiplin dan menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing. Apabila abai terhadap pekerjaannya, maka sanksi tegas sudah menanti mereka.
“Ya kami evaluasi, kami akan langsung keluarkan. Jadi ini nanti, kan gini loh, yang publik harus tahu petugas haji ini dibayar loh, mereka digaji. Jadi memang kerjanya meletihkan ya, kalau istilah saya itu bisa 25 jam,” kata dia.
Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mengingatkan bahwa fungsi petugas haji adalah memberi pelayanan kepada jamaah, bukan sebatas ikut "nebeng" berhaji.
“Kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Para PPIH Arab Saudi telah menjalani pelatihan dan pendidikan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Selanjutnya mereka akan menjalani diklat secara daring selama 10 hari.
Menurut Dahnil, profil para petugas haji tahun ini berbeda-beda latar belakang, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, bahkan profesor hingga akademisi. Semuanya mesti dalam satu bendera sebagai petugas haji. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022