
Jamaah haji Indonesia bersiap melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. Cuaca Panas di Tanah Suci mulai berdampak pada jamaah haji lansia dan membuat cepat lelah. (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com-Cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah, Arab Saudi, membuat jamaah haji Indonesia perlu lebih waspada terhadap risiko dehidrasi hingga heatstroke. Kondisi ini bisa muncul ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat aktivitas di luar ruangan dan suhu yang sangat tinggi.
Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE mengingatkan jamaah untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Berikut 5 tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai jamaah haji saat berada di Tanah Suci:
Salah satu gejala awal dehidrasi adalah tubuh mulai kehilangan tenaga dan terasa lemas saat beraktivitas.
“Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas,” kata Yasmin saat dihubungi ANTARA, Selasa.
Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan cairan yang dibutuhkan untuk menjaga fungsi organ tetap optimal.
Warna urine bisa menjadi indikator paling mudah untuk mengetahui kondisi hidrasi tubuh. Jika urine berubah menjadi kuning pekat, itu bisa menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022