
ILUSTRASI
Sajak Joko Pinurbo kerap membuat saya termangu, khususnya cara ia memantik kita untuk tidak melupakan kata-kata dan endapan di dalamnya, seperti kata ”peluk” misalnya, betapa pentingnya daya kata itu. Melingkupi peluk antar kekasih, tetapi juga pelukan kita kepada sosial dan Tuhan. Ini yang saya maknai dalam puisinya yang berjudul Pemeluk Agama, dialog seseorang dengan Tuhan dengan nada yang serius tetapi sekaligus ada sentilan jenaka, benarkah seseorang dianggap pemeluk agama jika orang itu malah melakukan yang sebaliknya dari ajaran perdamaian dalam agama? Ia akhiri puisi itu dengan mengatakan, ”Agama sedang kedinginan dan kesepian. Dia merindukan pelukanmu.”
Saya akan selalu merindukan diskusi filsafat dan sastra bersama Joko Pinurbo. Selain itu, tentunya canda tawa soal pahit manisnya menjadi pendukung klub sepak bola. Ia selalu mengatakan bahwa puisi adalah seorang guru yang sabar menemani momen terkelam dalam kesepian. Beristirahatlah dengan tenteram bersama sumber puisi yang kekal. (*)

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Jadwal Piala AFF U-17 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad Garuda Muda
Bupati Gresik Gus Yani Buka Suara soal Kasus SK ASN Palsu, Korban Rugi hingga Rp 150 Juta
Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
Kronologi Kasus Pelecehan Seksual FH UI, 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Disidang Terbuka
Tak Perlu ke Jogja, 12 Tempat Kuliner Gudeg Ini Ada di Malang yang Juga Istimewa dan Rasanya Juara
Momen Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI yang juga Anak Polisi Dikonfrontasi Mahasiswa
12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
