
Ilustrasi
JawaPos.com - Ditangkapnya Siti Aisyah (25), warga negara Indonesia (WNI) oleh otoritas Malaysia atas dugaan pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak dari pemimpin Korea Utaram Kim Jong-un menguak dugaan bahwa ada aksi itu bagian dari operasi intelijen.
Disinyalir warga asal Serang, Banten itu merupakan agen intelijen yang direkrut oleh pemerinta Korea Utara (Korut) untuk menjalani misi untuk menghabisi Kim Jong-nam.
Hal itu menimbulkan kecurigaan, kenapa bisa seorang WNI dapat direkrut oleh negara lain sebagai agen intelijen. Dugaan itu dilontarkan juga oleh Fauka Noor Farid, mantan Komandan Kelompok Khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Menurutnya perekrutan agen intelijen dari suatu negara terhadap warga negara lain merupakan suatu yang biasa.
Fauka membeberkan pengrekrutan agen rahasia sangat mudah. Awalnya adalah diiming-imingi gaji atau bayaran besar. "Gampang, misalnya bertemu orang ngobrol-ngobrol kemudian ditawari jadi agen dengan bayaran yang besar," ujar Fauka kepada JawaPos.com, Sabtu (18/2).
Setelah berhasil merekrut, maka dilakukan tes seperti test psikologi dan kesehatan. Kemudian dilatih bela diri dan didoktrin untuk menutupi jati dirinya sebagai agen telik sandi.
Doktrin itu dilakukan, agar kalau agen tersebut tertangkap, makasebuah rahasia besar tidak dapat terkuak. "Kalau dia sudah matang, baru agen ini digunakan," katanya.
Oleh karena itu, sesorang yang dididik menjadi agen harus siap dengan risiko terbesarnya yakni mati. Karena apabila agen itu tertangkap, maka orang yang menyuruhnya tidak akan mengakui. "Makanya kalau bidang intelijen ini biasa dibilang, berhasil tidak dipuji, gagal dicaci, dan hilang tidak dicari," ungkapnya.
Mantan Anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini meyakini Siti Aisyah sedari awal direkrut sudah pasti siap untuk mati. Karena doktrin yang diberikan seorang agen rahasia adalah harus siap mati dan loyal kepada majikannya.
"Intelijen itu begitu. Jadi memang sudah siap mati. Apalagi kalau ditugaskan di negara luar, dia sudah siap mati," pungkasnya. (cr2/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
