
Ekstrak daun sambiloto ternyata baik untuk mengatur kadar gula darah.
JawaPos.com - Diabetes saat ini menghantui masyarakat dunia seiring dengan banyaknya aneka kuliner lezat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Saat ini penyandang diabetes melitus tipe 2 (DMT2) sudah mencapai 415 juta dari seluruh penduduk dunia. Komplikasi penyakit ini bisa terjadi di seluruh tubuh. Maka bagi para prediabetisi dan siapa saja yang ingin menjauhi diabetes, mulailah kontrol gula darah.
Salah satu pencegagan bisa dengan resep-resep herbal. Jika pernah mendengar daun sambiloto, ekstraknya ternyata baik untuk mengatur kadar gula darah. Tanaman ini tumbuh di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, seperti Sri Lanka, India, dan Malaysia. Indonesia termasuk salah satunya. Rasanya dikenal sangat pahit.
Hal itu dibuktikan pula dalam penelitian terbaru oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Indonesia (UI) dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD-KEMD dalam paparan ilmiah disertasi gelar Doktor yang disandangnya. Menurutnya, pengobatan yang tersedia masih memiliki banyak kelemahan sehingga dibutuhkan pengembangan obat-obat baru. Salah satu strategi pengobatan adalah dengan memperbaiki efek inkretin (hormon alami yang diproduksi tubuh yang berkaitan dengan gula darah).
"Banyak fitofarmaka (obat dari bahan alami yang teruji klinis), yang diketahui memiliki efek menurunkan gula darah. Ekstrak sambiloto sudah lama diketahui memiliki khasiat dalam pengobatan DMT2 dan digunakan secara tradisional di masyarakat," paparnya baru-baru ini.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja ekstrak sambiloto dalam kaitannya memperbaiki efek inkretin. Studi ini merupakan uji klinis tersamar ganda menggunakan desain cross over pada subjek normal dan prediabetes yang diberikan intervensi ekstrak sambiloto selama 14 hari dibandingkan dengan plasebo.
Dilakukan pemeriksaan kadar Glucagon like peptide 1 (GLP-1), insulin puasa, insulin 2 jam pascabeban, penanda resistensi insulin (HOMA-IR), glukosa darah puasa, glukosa darah 2 jam pascabeban, enzim depeptidil peptidase 4 (DPP-4), dan glycated albumin sebelum dan sesudah intervensi. Dilakukan analisis bivariat dan analisis lajur.
Sebanyak 73 subjek atau responden (normal 38 dan prediabetes 35) dianalisis per protokol. Didapatkan perbaikan efek inkretin yang ditandai dengan peningkatan kadar GLP-1 yang bermakna (p = 0,043) setelah pemberian ekstrak sambiloto selama 2 minggu pada subjek prediabetes. Ekstrak sambiloto tidak menghambat enzim DPP-4 pada kelompok normal dan prediabetes.
Berdasarkan analisis lajur didapatkan bahwa ekstrak sambiloto dapat berperan dalam metabolisme glukosa melalui jalur GLP-1 dan jalur resistensi insulin. Kesimpulannya, ekstrak sambiloto meningkatkan kadar GLP-1 tanpa menghambat enzim DPP-4 pada subjek prediabetes. Berdasarkan analisis lajur ekstrak sambiloto dapat memperbaiki resistensi insulin pada subjek prediabetes.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
