
Photo
JawaPos.com - Saat buang air kecil, tubuh seseorang bisa merasa merinding atau bergetar. Baik menggunakan toilet duduk atau jongkok dan berdiri. Penyebab tubuh merinding saat buang air kecil ternyata ada alasan medisnya.
Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Rabu (27/2), hal itu dipengaruhi oleh kombinasi antara perubahan suhu tubuh, kerja sistem saraf, dan perubahan tekanan darah sekaligus dalam satu waktu. Coba perhatikan, suhu urin biasanya relatif hangat.
Ketika buang air kecil, suhu inti tubuh ikut menurun karena urin yang hangat akhirnya dikeluarkan. Perubahan suhu secara mendadak ini memicu tubuh untuk menyalakan refleks merinding sebagai cara alami untuk kembali menghangatkan tubuh. Itu sebabnya seseorang akan merinding pada saat-saat awal buang air kecil.
Namun ternyata, yang memicu respons merinding atau gemetar bukan hanya perubahan suhu tubuh. Seorang dokter spesialis urologi di Inggris, dr. Simon Fulford, mengatakan kerja sistem saraflah yang menjadi dalang utama penyebab sensasi merinding saat buang air kecil.
Pengaruh Sistem Saraf
Proses buang air kecil tidak semudah hanya karena ingin. Naluri ingin buang air kecildan kebelet diatur oleh pusat kendali otak bernama ANS (sistem saraf otonom) yang mengendalikan fungsi tubuh otomatis, seperti pengaturan suhu tubuh dan detak jantung. Di dalam ANS itu sendiri terdapat dua sistem saraf yang secara khusus mengatur hasrat buang air kecil, yaitu sistem saraf parasimpatik (PNS) dan sistem saraf simpatik (SNS).
Ketika kandung kemih penuh urin, reseptor saraf di dinding otot kandung kemih akan mendeteksi adanya peregangan akibat bertambahnya volume cairan. Reseptor ini kemudian mengaktifkan satu set saraf di sumsum tulang belakang yang disebut saraf sakral. Saraf sakral kemudian akan memerintahkan saraf PNS di otak untuk memicu kontraksi otot kandung kemih untuk mulai mendorong urin keluar dari tubuh.
Ketika pada akhirnya seseorang buang air kecil dan terjadi pengosongan kandung kemih, sistem saraf yang ada dalam ANS secara otomatis akan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah mendadak ini kemudian memicu SNS untuk melepaskan hormon katekolamin. Peningkatan katekolamin tiba-tiba inilah yang diduga kuat mengakibatkan tubuh merinding saat buang air kecil.
Pria Lebih Sering Mengalaminya
Fakta unik lainnya, ternyata, pria cenderung mengalami kondisi ini dibandingkan dengan wanita. Hal ini disebabkan perbedaan posisi antara keduanya saat buang air kecil. Posisi berdiri saat buang air kecil pada pria menyebabkan saraf parasimpatis lebih aktif ketimbang saat jongkok atau duduk.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
