
Ilustrasi. Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) rentan terserang penyakit lain karena virus mematikan itu menyerang kekebalan tubuhnya.
JawaPos.com - Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) rentan terserang penyakit lain karena virus mematikan itu menyerang kekebalan tubuhnya. Siapapun ODHA tersebut, termasuk perempuan dan anak. Di tengah momentum Hari Perempuan dan Anak Perempuan Nasional HIV AIDS Awareness setiap 10 Maret, hal ini wajib menjadi perhatian.
HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus penyebab AIDS. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Banyak orang yang tertular HIV namun tidak menyadari dirinya tertular.
AIDS adalah Aqquired Immuno Deficiency Syndrome adalah suatu sekumpulan gejala penyakit yang diperoleh akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. AIDS muncul setelah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia untuk waktu yang lama.
"Anak atau orang Justru penderita HIV yang daya tahan tubuhnya sangat turun dibatasi kegiatan yang membahayakan dirinya karena rentan tertular diare, batuk, pilek. Makan makanan harus bersih. Apaalgi kita ketahui penularan penyakit pernapasan sangat mudah," kata Pakar Kesehatan dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Agung menambahkan kasus penderita HIV meninggal karena infeksi pernapasan yang akut atau kronik. Atau juga mereka bisa meninggal karena infeksi otak atau meningitis.
"Pada anak sebenernya yang menderita HIV sebagian ada yang menderita TBC paru. Mereka ini tentu saja tak mudah jatuh pada stadium menderita TBC paru. Bukan hanya anak tapi orang dewasa pun akan menderita TBC paru jika daya tahan tubuh menurun dan terpapar oleh bakteri tuberkolosis pada sekitarnya," ungkapnya.
Nah, menurut Agung, kondisi ini tak akan menular ke orang lain, jika para ODHA termasuk perempuan dan anak rutin minum obat. ARV atau anti retro viral berfungsi menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh ODHA. Jika ARV diminum secara rutin, maka pertumbuhan sel virus sangat rendah atau bahkan tidak terjadi atau tak terdeteksi lagi. Sehingga kualitas hidup ODHA menjadi baik.
"Memang bagi anak yang sudah diketahui HIV positif baik dia maupun orang tuanya wajib, saya tegaskan wajib, mengikuti pengobatan ARV untuk menjamin dirinya tak akan menulari orang lain baik HIV-nya maupun penyakit penyerta lain," jelasnya.
Sayangnya, kata Agung, situasi ini agak sulit dilakukan jika memang lingkungannya memberikan pengucilan dan stigma negatif yang kental pada ODHA. Mereka takut dikucilkan, takut dikeluarkan dari sekolah, jika berobat ke rumah sakit atau puskesmas.
"Nanti dikeluarkan dari sekolah, lalu bagaimana jika berobat ke puskesmas atau ke RS. Padahal sudah banyak puskesmas yanh menjadi rujukan pasien HIV. Saat datang ke puskesmas itu langsung mendapatkan pemeriksaan HIV dan obat ARV," ungkapnya.
Agung menambahkan jika stigma di sekolah atau di lingkungan bisa ditinggalkan maka rasa takut akan hilang. Anak atau ODHA lainnya tak akan sungkan buka diri ke petugas puskesmas.
"Mulai periksa dan menjalani pengobatan ARV bisa dijamin tak akan menularkan ke orang lain, baik HIV dan penyakit penyertanya," ujarnya.
Sebab, anak-anak dengan HIV tentu akan lebih stres dan minder lebih karena stigma negatif dan pengucilan kepada dirinya. Psikologis anak mudah berubah apalagi jika ada anak atau orang tua lainnya mengucilkannya.
"Tentu ini diakibatkan oleh informasi atau masukan yang diberikan oleh orang tua secara masif. Jangan main sama dia ya (anak dengan HIV), jangan ke sekolah ya kalau anak itu belum dikeluarkan. Itulah yang menyebabkan pengucilan, anak dengan HIV menjadi stres dan depresi," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
