
Ilustrasi snooze alarm. (Freepik)
JawaPos.com - Snooze alarm merupakan fitur yang sebagian besar tersedia pada jam alarm yang memungkinkan pengguna untuk menunda alarm untuk beberapa menit, biasanya sekitar 5 hingga 10 menit, sebelum alarm berbunyi kembali.
Ini memberi pengguna kesempatan untuk tidur sebentar lagi atau merasa lebih siap untuk bangun. Snooze alarm, yang sering dilakukan oleh banyak individu, terjadi karena keinginan untuk menunda proses bangun dan kembali tidur sebentar lagi setelah alarm pertama berbunyi.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari rasa kantuk yang masih dirasakan setelah bangun hingga keinginan untuk merasakan sedikit lagi waktu tidur.
Saat alarm berbunyi dan menekan tombol snooze, tampaknya tidak berbahaya untuk beberapa saat lagi di tempat tidur. Namun, pada saat alarm berbunyi kembali, seringkali kita masih belum siap untuk bangun, sehingga siklus snooze terus berlanjut hingga saat-saat terakhir.
Meskipun dianggap sebagai cara yang memungkinkan untuk bangun secara perlahan, seorang ahli saraf, Dr. Scott Kutscher, menjelaskan bahwa sering menunda alarm sebenarnya dapat "membuat diri Anda semakin kekurangan tidur secara artifisial."
Dilansir dari Newsweek pada Jumat (23/2), menekan tombol snooze secara terus menerus dapat memperpanjang sleep inertia.
Sleep inertia adalah fenomena di mana seseorang merasa kantuk dan lelah setelah bangun tidur. Biasanya, ini ditandai dengan penurunan tingkat kesadaran dan performa yang terganggu.
Meskipun umumnya dipercaya bahwa sleep inertia berlangsung sekitar 30 menit, sebuah studi pada tahun 2022, yang dipublikasikan dalam Journal of Physiological Anthropology, menyoroti bahwa menunda alarm sebenarnya dapat memperpanjang sleep inertia, bukan menguranginya.
Penelitian menunjukkan bahwa jika Anda menunda alarm, Anda akan terbangun secara paksa berulang kali. Sebaliknya, jika Anda bangun dari tidur tanpa menekan tombol snooze, Anda hanya akan mengalami kantuk sekali.
Kutscher menambahkan bahwa "sleep inertia cenderung menjadi lebih buruk ketika bangun dari tahap tidur yang lebih dalam." Jadi, jika seseorang menetapkan alarm untuk bangun lebih awal dari waktu yang seharusnya, mereka mungkin menemui kesulitan yang lebih besar untuk bangun dari tidur karena mereka masih berada dalam tahap tidur yang dalam dan mengalami sleep inertia yang lebih kuat.
Selain itu, menekan tombol snooze di pagi hari seringkali terasa seperti pilihan yang baik karena kita berharap akan merasa lebih segar setelah mendapatkan beberapa menit tambahan istirahat. Namun, menurut Kutscher, waktu tambahan tersebut tidak sebanding dengan manfaat tidur yang sebenarnya.
Alih-alih menetapkan alarm di jam awal dan menggeser tombol snooze beberapa kali setiap pagi, Kutscher merekomendasikan untuk mengatur satu alarm selambat mungkin, namun masih memungkinkan Anda untuk bersiap-siap sebelum memulai aktivitas harian.
Dia menjelaskan bahwa "saya menyarankan kepada semua orang untuk mengatur satu alarm tunggal pada waktu selambat mungkin atau jam-jam mepet dari mulainya aktivitas harian Anda, namun masih memungkinkan Anda untuk bersiap-siap sebelum menghadapi aktivitas tersebut."

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
