AYO BANGKIT: Timnas Indonesia kalah 2-0 dari Qatar di pertandingan pertama Grup A Piala Asia U-23. (PSSI)
JawaPos.com - Pertandingan olahraga selalu menjadi hal yang dinantikan bagi fans. Tak terkecuali pada perhelatan sepakbola Piala Asia U-23 yang tengah berlangsung saat ini. Semua mata pecinta sepakbola ditanah air tertuju pada acara tersebut. Mulai dari memberikan dukungan lewat media sosial, hingga menonton pertandingan secara langsung.
Saat menonton pertandingan olahraga, tak jarang fans akan melakukan hal-hal unik. Misalnya, menggunakan atribut mulai dari kaos, topi, hingga syal dan dandanan yang menjadi ciri khas tim favoritnya. Bagi fans yang tidak dapat menonton secara langsung, mereka biasanya akan bersama-sama menonton siaran langsung di televisi.
Rasa Ikut Memiliki Tim
Tak jarang kita melihat seseorang menunjukkan kebanggaan atas kemenangan tim olahraga favoritnya, dari sorak-sorai hingga pawai kemenangan, yang merupakan ekspresi dari rasa memiliki terhadap tim tersebut. Kemenangan tim favorit tidak hanya memunculkan kebanggaan terhadap tim itu sendiri, tetapi juga meningkatkan perasaan positif terhadap diri sendiri.
Merasa Bahagia
Kemenangan tim favorit seringkali membuat fans merasa senang dan meningkatkan suasana hati mereka. Hormon dopamin, yang berperan dalam motivasi, perasaan senang, dan rasa percaya diri, meningkat saat menonton pertandingan olahraga.
Perasaan bahagia juga bisa muncul saat melihat penonton lain dari tim yang sama merayakan kemenangan, karena identitas kelompok yang sama membuat kita merasa terhubung dengan emosi positif yang mereka alami.
Selain kemenangan, kebahagiaan juga bisa dirasakan saat berkumpul dengan sesama penggemar tim favorit dan saling berbagi emosi selama pertandingan berlangsung. Hal ini juga dapat meningkatkan kebahagiaan dan perasaan terhubung dengan kelompok.
Ikut Merasa Sedih
Selain dapat merasa bahagia, kegagalan yang dialami oleh tim favorit juga memiliki dampak emosional yang signifikan bagi para penggemarnya. Saat mendukung suatu tim, para penggemar merasa terhubung secara emosional dengan kondisi tim tersebut. Ketika tim meraih kemenangan, penggemar merasakan kegembiraan tersebut seolah-olah menjadi milik mereka.
Namun, ketika tim mengalami kekalahan, penggemar juga merasakan secara emosional kegagalan yang dialami oleh tim tersebut. Perasaan sedih bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu, karena kekalahan yang dialami memengaruhi suasana hati mereka. Dalam beberapa kasus, kekalahan tim dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan pada penggemar.
Perilaku Agresif yang Tidak Disadari
Perilaku kasar ini seringkali dipicu oleh peningkatan hormon testosteron. Ketika hormon testosteron meningkat, perilaku yang berkaitan dengan harga diri bisa naik. Salah satu contohnya adalah perilaku kompetitif, yang mungkin menyebabkan ketegangan dan bisa berujung pada umpatan atau teriakan ketika permainan tidak sesuai dengan harapan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
