Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2017 | 18.14 WIB

Tinggalkan Mercusuar yang Roboh di Zaman Belanda

Kawasan Pantai Muara Jati yang dulu menjadi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho saat mampir di Cirebon. Di tempat ini, Cheng Ho juga membantu pembangunan mercusuar yang bertahan hingga zaman Belanda. - Image

Kawasan Pantai Muara Jati yang dulu menjadi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho saat mampir di Cirebon. Di tempat ini, Cheng Ho juga membantu pembangunan mercusuar yang bertahan hingga zaman Belanda.

Cirebon ikut memetik keuntungan dari ekspedisi Laksamana Cheng Ho ke Pulau Jawa. Niat awal sekadar mengisi air bersih, tapi berkembang menjadi penularan ilmu menangkap ikan, bertani, dan kesyahbandaran. Bahkan, persahabatan dengan Tiongkok berlanjut hingga masa Sunan Gunung Jati. 

---

SALAH satu kota penting di Jawa yang menjadi jujukan Cheng Ho adalah Cirebon. Penting dalam konteks penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara. Cheng Ho dan pasukannya mendatangi Cirebon tahun 1405 pada pelayaran pertamanya. 

Mereka sebetulnya datang hanya untuk mengisi air bersih bagi kepentingan pasukan. Namun, mengisi air untuk armada Cheng Ho tentu membutuhkan waktu lama. Sebab, kapal-kapalnya besar dan jumlah penumpangnya banyak. Singgah di wilayah dalam waktu lama tentu harus minta izin kepada penguasa lokal.

"Itulah awal persahabatan kami (Cirebon, Red) dengan Cheng Ho," kata Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat (sultan Cirebon saat ini) kepada Jawa Pos. 

Gusti Sultan, panggilan akrabnya, menyebutkan bahwa saat itu Kesultanan Cirebon belum ada. Masih di bawah kekuasaan Kerajaan Sing Apura (bagian dari Kerajaan Pajajaran). "Baru pada 1430 Kerajaan Cirebon ada. Dimulai ketika putra Keraja­an Pajajaran Pangeran Cakrabuana mendirikan Keraton Pakungwati," terangnya. 

Menurut Gusti Sultan, hampir semua wilayah Cirebon pernah didatangi Cheng Ho. Tapi, daerah yang menjadi tempat tinggal selama di Cirebon adalah kawasan Muara Jati. Daerah itu sekarang menjadi area makam Sunan Gunung Jati. 

"Secara resminya, Cheng Ho memberikan hadiah kepada kami berupa guci dan piring-piring dengan lafaz tauhid," kata Gusti Sultan. Kini benda-benda itu masuk dalam pusaka keramat Kesultanan Kasepuhan Cirebon yang hanya boleh dilihat pada Jumat. 

Cheng Ho juga banyak memberikan bantuan alih teknologi ke masyarakat Cirebon. Di antaranya adalah pembuatan jala pe­nangkap ikan. Sehingga hasil tangkapan nelayan Cirebon menjadi lebih banyak. Bukan hanya itu, Cheng Ho juga mengajarkan teknik bercocok tanam. 

Hubungan Cirebon dengan Tiongkok tak hanya sampai pada kunjungan Cheng Ho. "Hubungan pernikahan juga terjadi antara Sunan Gunung Jati, pendiri Kesultanan Cirebon yang juga salah seorang Wali Sanga, dengan salah satu putri dari Tiongkok, yakni Putri Ong Tien Nio," ujar Gusti Sultan. Baju-baju peninggalan Ong Tien Nio sampai sekarang masih ter­simpan di museum dalam Keraton Kasepuhan Cirebon. 

Cheng Ho dan Sunan Gunung Jati memang beda zaman. Cheng Ho kali pertama datang ke Cirebon pada 1405, sedangkan Sunan Gunung Jati memerintah Cirebon mulai 1479. "Tapi, jika bukan Cheng Ho yang memulai hubungan baik, tentu tidak akan ada Putri Ong Tien Nio," tuturnya. 

Filolog Cirebon Raden Raffan Safari Hasyim menyebutkan, pasukan Cheng Ho juga memberikan ilmu pengetahuan ten­tang kesyahbandaran di sekitar Pelabuhan Muara Jati dan wilayah Kerajaan Sing Apura.

Salah satunya membangun mercusuar untuk mempermudah dalam mengontrol Pelabuhan Muara Jati. Setelah dibangun mercusuar, makin ramailah Pelabuhan Muara Jati sehingga terkenal di seantero Jawa, bahkan mancanegara. 

Meski sempat lama singgah di Cirebon, tidak banyak petilasan Cheng Ho di daerah itu. Yang masih bisa dijumpai adalah bekas mercusuar di kawasan Muara Jati. Mercusuarnya sendiri roboh pada zaman Belanda. Kini satu-satunya landmark justru bangunan modern berupa replika kapal yang dibangun pengusaha Cirebon keturunan Tionghoa. Yakni restoran berupa replika kapal Cheng Ho. (*/mik/jpg/c9/nw) 



Sultan Siapkan 100 Ha untuk Theme Park

SAAT bertemu dengan Presiden Komunitas Cheng Ho Internasional Tan Ta Sen di Malaka, kami dianjurkan menemui sultan Cirebon. Bukan hanya karena Gusti Sultan adalah ketua Komunitas Cheng Ho Internasional chapter Cirebon. Tapi juga karena Tan Ta Sen menyebut dia punya visi besar. 

Kami bertemu dengan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat pada Minggu (18/6). Menerima di Ndalem Arum, tempat singgasananya, Gusti Sultan bercerita panjang lebar soal ketertarikannya terhadap Cheng Ho dan bagaimana kaitan Cirebon dengan Cheng Ho. 

"Saya sudah menyediakan lahan keraton seluas 100 hektare di kawasan Muara Jati," katanya. "Saya ingin membuat sebuah theme park tentang Cheng Ho. Lengkap dengan wahananya," imbuh pria yang sudah mempelajari Cheng Ho selama 17 tahun tersebut. 

Menurut Gusti Sultan, Cheng Ho memang layak menjadi legenda. Spirit ekspedisinya sangat relevan pada masa sekarang. "Sudah superpower pada masanya, tapi tidak sewenang-wenang melakukan invasi ke negara lain. Malah semangat persahabatan dan perdamaian yang dibawa," ungkapnya. 

Beda dengan sekarang. "Semakin superpower, sekarang malah semakin sewenang-wenang," imbuhnya. Selain itu, Cheng Ho mengajarkan banyak keahlian kepada masyarakat Cirebon. "Jadi, yang semula hanya mencari air, malah banyak 'urusan' di sini," selorohnya. 

Namun, rencana mewujudkan theme park Cheng Ho seluas 100 hektare di Cirebon bukan hal mudah. Yang pertama tentu pembiayaan. Tiap meter persegi butuh dana Rp 3 juta. Jika dikalikan 100 hektare, total dibutuhkan Rp 3 triliun. Sebuah jumlah yang tidak mudah dipenuhi investor dalam negeri. "Tapi, kami tetap bersabar," tuturnya. (*/c9/nw) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore