Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Mei 2019 | 03.58 WIB

Terinspirasi Blue Mosque di Turki, Musala di Senayan City Begitu Indah

MUSALA SENAYAN CITY IMAM HUSEIN/JAWA POS - Image

MUSALA SENAYAN CITY IMAM HUSEIN/JAWA POS

JawaPos.com - Ada sejumlah alasan yang membuat Karlina Sintia Dewi betah berlama-lama di Executive Musholla Senayan City, Jakarta. Salah satunya adalah mukena. "Selalu bersih dan wangi hehehe," kata karyawan sebuah perusahaan tak jauh dari Senayan City itu kepada Jawa Pos.

Selain itu, semua sudut seperti bersepakat menghadirkan kenyamanan. Ruang salat dan ruang wudu yang bersih, interior yang indah, didukung pendingin ruangan.

"Kami memang ingin memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam hal beribadah, kepada pengunjung Senayan City," tutur CRM and Media Communication Manager Senayan City Leonardo.

Photo

Petugas melayani jamaah yang hendak salat di Executive Musholla Senayan City, Jakarta. (Imam Husein/Jawa Pos)

Kebersihan, kenyamanan, dan ketenangan rumah ibadah tersebut memang menjadi hal yang tak ditawar-tawar oleh manajemen Senayan City. Mukena dan sarung, misalnya, rutin dua hari sekali diganti. "Perawatan rutin kami lakukan tiap hari," kata Leonardo.

Berdiri sejak 2008 dan direnovasi lagi delapan tahun kemudian, musala yang berada di lower ground itu mengambil inspirasi dari Blue Mosque di Istanbul, Turki. Masjid Sultan Ahmed, demikian nama resmi Blue Mosque, adalah masjid bersejarah yang didirikan pada 1609 sampai 1616.

Blue Mosque memiliki 6 kubah utama, 8 kubah tambahan, dan 6 menara. Keramik berwarna biru mendominasi interior masjid yang jadi destinasi wisata andalan Istanbul itu. Dalam skala yang tentu berbeda, Executive Musholla Senayan City pun berupaya menghadirkan nuansa serupa. Interiornya antara lain diisi ukiran-ukiran yang mempercantik tampilan. "Agar pengunjung dapat tetap fokus beribadah dan bisa menikmati kun­jungannya di mal," katanya.

Photo

Jamaah sedang salat di Executive Musholla Senayan City, Jakarta. (Imam Husein/Jawa Pos)

Area luasan musala pria di Senayan City tersebut mencapai 60 meter persegi. Sedangkan luas musala wanita 50 meter persegi. Tempat wudu pria dan wanita memiliki luas yang sama: 40 meter persegi.

Pengelola juga menyiapkan Alquran dan buku-buku Islami. "Kami juga selalu menyediakan ta'jil corner yang merupakan support dari tenant di Senayan City," lanjut Leonardo. Takjil berupa makanan ringan pun tersedia selama Ramadan ini. Mulai kue kering, risoles, kurma, hingga minuman.

Photo

Suasana di sisi lain Executive Musholla Senayan City, Jakarta (Imam Husein/Jawa Pos)

Karlina mengaku belum pernah mencoba takjil di Executive Musholla. Tapi, perempuan yang bekerja sebagai social media officer tersebut pernah salat Tarawih di sana. "Saya juga sesekali mengikuti pengajian Alquran selepas salat Duhur sampai pukul 13.00. Bertepatan dengan selesainya jam makan siang," ucapnya.

Photo

Photo

Photo

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore