
Area Masjid Peneleh yang bersinggungan langsung dengan rumah warga. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Gang Peneleh Surabaya dikenal sebagai tempat bersejarah. Salah satunya karena Presiden Indonesia pertama Soekarno pernah menghabiskan masa remajanya di rumah HOS Tjokroaminoto. Rumah tersebut berada di Gang IV Peneleh.
Konon katanya, Soekarno pernah menghabiskan waktu semasa muda di Masjid Peneleh. Masjid tersebut terletak di sebelah gang rumah HOS Tjokroaminoto, yakni di Gang V dan VI Peneleh. Masjid tersebut diketahui sebagai masjid tertua dan masjid pertama yang didirikan Sunan Ampel.
Ketua Takmir Masjid Sofyan bercerita bahwa banyak yang meyakini Soekarno muda menghabiskan sore harinya di sana sambil membaca buku. ”Kalo cerita yang saya dengar, waktu itu beliau duduk di sini sambil baca buku. Kan cuma beda gang, jadi main ke sini,” ujar Sofyan.
Sofyan mengatakan, di masjid tersebut, Soekarno diyakini sering melakukan ibadah salat. ”Beda gang. Jadi katanya sering ke sini,” ungkap Sofyan.
Selain itu, tempat tersebut juga tak lepas dari perjalanan bangsa Indonesia. Sebab letaknya yang dekat dengan rumah HOS Tjokroaminoto sebagai pendiri Sarekat Islam.
Dia meyakini masjid tersebut dibangun pada tahun yang sama dengan berdirinya Sarekat Islam, yakni sekitar tahun 1400an silam. ”Masjid ini lebih tua daripada Ampel. Itu dulunya kedukuhan, desa,” ujar Sofyan.
Di sisi lain, tempat tersebut juga menjadi bagian dari perjuangan bangsa Indonesia. Masjid tersebut bahkan menjadi tempat diskusi perjuangan.
”Tempat diskusi perjuangan, terutama kaum Nahdliyyin, NU. Disini pusat pengamanan dan pergolakan santri,” terang Sofyan.
Tokoh NU yang menjadi bagian dari Masjid Peneleh adalah KH Thohir, KH Dahlan Basyuni, Kiai Zahir Ghufron, dan tokoh-tokoh lain.
Menurut Sofyan, sebelum Raden Rahmat atau yang biasa dikenal dengan Sunan Ampel mendirikan Masjid Ampel, beliau mendirikan beberapa masjid. Pertama adalah di Kembang Kuning Surabaya, lalu di Masjid Peneleh. ”Beliau tahu di sini ada komunitas muslim. Ada komunitas hindu, animisme, dinamisme,” jelas Sofyan.
Meski lebih tua dibandingkan Masjid Ampel, namun Masjid Peneleh jarang dikenal. Sebab, kata Sofyan, di Ampel terdapat makam Kanjeng Sunan Ampel. ”Di sana ada makam Sunan Ampel. Jadi lebih dikenal,” kata Sofyan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7z2tqTRAhv4

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
