
BERAROMA KHAS: Dita Putri mencicipi potongan bunga kecombrang. Sebelum dimakan, kelopak bagian luar bunga dikupas hingga menyisakan bagian dalamnya saja. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Kecombrang atau bunga honje tak hanya lezat disantap sebagai sambal. Ia juga nikmat disajikan dalam olahan takjil untuk berbuka. Baik untuk penganan gurih seperti lumpia maupun wedang ronde yang hangat dan segar.
---
Bagi sebagian orang, kecombrang adalah rempah yang asing. Menurut Hernanto, rempah itu memiliki aroma dan rasa khas. ”Wangi dan segar, tapi enggak pedas seperti jahe,” papar executive chef Maxone Dharmahusada Hotel tersebut.
Untuk mendapatkan rasa dan aroma terbaik, Hernanto memaparkan, yang digunakan adalah bagian kelopak bunga kuncup yang berwarna merah muda. ”Di bagian dalamnya, kalau kita buka, ada biji berwarna putih-hitam. Itu tidak dipakai,” lanjutnya. Berbeda dengan kelopaknya yang segar dan punya rasa mirip jahe, bijinya punya rasa asam yang cukup tajam.
Dalam masakan kali ini, kecombrang diolah dengan dua metode. Pertama, ditumis sebagai isian lumpia. Kedua, direbus sebagai isian dan ”bumbu” kuah ronde. Untuk isian lumpia, Hernanto juga menambahkan kecombrang yang telah diolah menjadi sambal. ’’Bikinnya relatif mudah. Sama seperti membuat sambal bajak,” lanjut chef asal Surabaya itu.
Pada sajian ronde, rasa kecombrang jauh lebih dominan. Sebab, ia direbus dalam kuah. ”Kalau baru pertama mencoba, rempah kuahnya tidak perlu diblender. Cukup dibersihkan, lalu direbus dengan air dan gula,” papar Hernanto. Takaran gula dan rempah bisa disesuaikan selera.
Menurut chef yang sempat bekerja di Jakarta dan Jogjakarta itu, kecombrang kurang familier bagi banyak orang karena jarang ditemui. ”Di pasar juga terbilang langka. Apalagi ketika masuk musim hujan,” paparnya.
RESEP LUMPIA KECOMBRANG
BAHAN:
Tauge: 50 gram
Ayam goreng, suwir: 50 gram
Wortel, serut: 50 gram
Kecombrang, iris tipis: 30 gram
Bawang putih: 10 gram
Bawang daun: 30 gram
Minyak goreng: 10 ml
Minyak wijen: 5 ml
Saus raja rasa: 5 ml
Garam: 2 gram
Penyedap rasa: 5 gram
Sambal kecombrang: 20 gram
Kulit lumpia siap pakai: secukupnya
Putih telur: secukupnya
CARA MEMBUAT:
- Panaskan pan. Masukkan minyak, lalu tumis bawang putih dan bawang daun.
- Masukkan wortel, ayam, dan tauge. Tumis hingga layu.
- Setelah itu, tambahkan kecombrang, minyak wijen, saus raja rasa, sambal kecombrang, penyedap rasa, dan garam. Aduk rata, matikan api.
- Siapkan kulit lumpia. Beri 1–2 sendok makan isian. Lipat sisi kulit lumpia, lalu gulung. Rekatkan ujungnya dengan putih telur.
- Sementara itu, panaskan minyak. Masukkan lumpia, masak hingga kedua sisinya berwarna keemasan.
- Tiriskan lumpia. Sajikan dengan bawang daun dan cabai rawit.
CATATAN:
- Sambal kecombrang bisa dibuat sendiri di rumah. Bahannya, antara lain, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan kecombrang. Perbandingan masing-masing bahan 1:1:1:1:1. Blender semua bahan, lalu tumis. Bumbui dengan gula, garam, dan penyedap rasa.
TIPS:
- Saat melipat kulit lumpia, hindari menekan isian. Sehingga, saat digoreng, lumpia tidak pecah.
- Lumpia kecombrang yang belum digoreng bisa disimpan di freezer hingga dua minggu. Dengan catatan, lumpia disimpan dalam wadah kedap udara.
- Jika menggoreng lumpia dalam keadaan beku, gunakan api kecil. Tujuannya, bagian luar dan isian matang merata.
RONDE KECOMBRANG
BAHAN:
Kulit ronde
- Tepung beras: 200 gram
- Tepung terigu: 50 gram
- Garam: 3 gram
- Pewarna makanan: sesuai selera
- Air: secukupnya
Isian
- Kurma
- Gula merah
- Bunga kecombrang
Kuah ronde
- Air: 2 liter
- Jahe: 100 gram
- Serai: 4 batang
- Kecombrang: 100 gram
- Kayu manis: 20 gram
- Cengkih: 10 gram
- Gula pasir: 200 gram
- Gula merah: 100 gram
CARA MEMBUAT:
- Ronde: Campur tepung beras, tepung terigu, dan garam. Aduk rata.
- Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kalis, bagi menjadi tiga bagian.
- Di satu bagian, bubuhkan sedikit pewarna makanan hijau. Di satu bagian lainnya, tambahkan pewarna makanan merah muda. Aduk rata.
- Bulatkan adonan hingga seukuran kelereng. Ulangi hingga adonan habis.
- Isi adonan yang telah dibulatkan dengan isian sesuai selera.
- Didihkan air. Setelah itu, masukkan ronde. Jika ronde terapung, artinya sudah matang, angkat dari air. Tiriskan.
- Kuah ronde: Didihkan air. Sementara itu, blender jahe, serai, dan kecombrang.
- Masukkan rempah yang sudah diblender dalam panci, aduk rata. Tambahkan kayu manis dan cengkih.
- Masukkan gula pasir dan gula merah. Aduk hingga gula larut dan kuah mendidih. Matikan api.
- Penyajian: Letakkan 2–3 butir ronde dalam mangkuk, siram dengan kuah sesuai selera. Tambahkan potongan bunga kecombrang dan kacang goreng. Sajikan hangat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
