Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 April 2022 | 22.15 WIB

Resep Menu Takjil Kecombrang, Lezat dengan Aroma Khas

BERAROMA KHAS: Dita Putri mencicipi potongan bunga kecombrang. Sebelum dimakan, kelopak bagian luar bunga dikupas hingga menyisakan bagian dalamnya saja. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

BERAROMA KHAS: Dita Putri mencicipi potongan bunga kecombrang. Sebelum dimakan, kelopak bagian luar bunga dikupas hingga menyisakan bagian dalamnya saja. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Kecombrang atau bunga honje tak hanya lezat disantap sebagai sambal. Ia juga nikmat disajikan dalam olahan takjil untuk berbuka. Baik untuk penganan gurih seperti lumpia maupun wedang ronde yang hangat dan segar.

---

Bagi sebagian orang, kecombrang adalah rempah yang asing. Menurut Hernanto, rempah itu memiliki aroma dan rasa khas. ”Wangi dan segar, tapi enggak pedas seperti jahe,” papar executive chef Maxone Dharmahusada Hotel tersebut.

Untuk mendapatkan rasa dan aroma terbaik, Hernanto memaparkan, yang digunakan adalah bagian kelopak bunga kuncup yang berwarna merah muda. ”Di bagian dalamnya, kalau kita buka, ada biji berwarna putih-hitam. Itu tidak dipakai,” lanjutnya. Berbeda dengan kelopaknya yang segar dan punya rasa mirip jahe, bijinya punya rasa asam yang cukup tajam.

Dalam masakan kali ini, kecombrang diolah dengan dua metode. Pertama, ditumis sebagai isian lumpia. Kedua, direbus sebagai isian dan ”bumbu” kuah ronde. Untuk isian lumpia, Hernanto juga menambahkan kecombrang yang telah diolah menjadi sambal. ’’Bikinnya relatif mudah. Sama seperti membuat sambal bajak,” lanjut chef asal Surabaya itu.

Pada sajian ronde, rasa kecombrang jauh lebih dominan. Sebab, ia direbus dalam kuah. ”Kalau baru pertama mencoba, rempah kuahnya tidak perlu diblender. Cukup dibersihkan, lalu direbus dengan air dan gula,” papar Hernanto. Takaran gula dan rempah bisa disesuaikan selera.

Menurut chef yang sempat bekerja di Jakarta dan Jogjakarta itu, kecombrang kurang familier bagi banyak orang karena jarang ditemui. ”Di pasar juga terbilang langka. Apalagi ketika masuk musim hujan,” paparnya.

RESEP LUMPIA KECOMBRANG

BAHAN:

Tauge: 50 gram

Ayam goreng, suwir: 50 gram

Wortel, serut: 50 gram

Kecombrang, iris tipis: 30 gram

Bawang putih: 10 gram

Bawang daun: 30 gram

Minyak goreng: 10 ml

Minyak wijen: 5 ml

Saus raja rasa: 5 ml

Garam: 2 gram

Penyedap rasa: 5 gram

Sambal kecombrang: 20 gram

Kulit lumpia siap pakai: secukupnya

Putih telur: secukupnya

CARA MEMBUAT:

- Panaskan pan. Masukkan minyak, lalu tumis bawang putih dan bawang daun.

- Masukkan wortel, ayam, dan tauge. Tumis hingga layu.

- Setelah itu, tambahkan kecombrang, minyak wijen, saus raja rasa, sambal kecombrang, penyedap rasa, dan garam. Aduk rata, matikan api.

- Siapkan kulit lumpia. Beri 1–2 sendok makan isian. Lipat sisi kulit lumpia, lalu gulung. Rekatkan ujungnya dengan putih telur.

- Sementara itu, panaskan minyak. Masukkan lumpia, masak hingga kedua sisinya berwarna keemasan.

- Tiriskan lumpia. Sajikan dengan bawang daun dan cabai rawit.

CATATAN:

- Sambal kecombrang bisa dibuat sendiri di rumah. Bahannya, antara lain, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan kecombrang. Perbandingan masing-masing bahan 1:1:1:1:1. Blender semua bahan, lalu tumis. Bumbui dengan gula, garam, dan penyedap rasa.

TIPS:

- Saat melipat kulit lumpia, hindari menekan isian. Sehingga, saat digoreng, lumpia tidak pecah.

- Lumpia kecombrang yang belum digoreng bisa disimpan di freezer hingga dua minggu. Dengan catatan, lumpia disimpan dalam wadah kedap udara.

- Jika menggoreng lumpia dalam keadaan beku, gunakan api kecil. Tujuannya, bagian luar dan isian matang merata.

RONDE KECOMBRANG

BAHAN:

Kulit ronde

- Tepung beras: 200 gram

- Tepung terigu: 50 gram

- Garam: 3 gram

- Pewarna makanan: sesuai selera

- Air: secukupnya

Isian

- Kurma

- Gula merah

- Bunga kecombrang

Kuah ronde

- Air: 2 liter

- Jahe: 100 gram

- Serai: 4 batang

- Kecombrang: 100 gram

- Kayu manis: 20 gram

- Cengkih: 10 gram

- Gula pasir: 200 gram

- Gula merah: 100 gram

CARA MEMBUAT:

- Ronde: Campur tepung beras, tepung terigu, dan garam. Aduk rata.

- Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni. Setelah adonan kalis, bagi menjadi tiga bagian.

- Di satu bagian, bubuhkan sedikit pewarna makanan hijau. Di satu bagian lainnya, tambahkan pewarna makanan merah muda. Aduk rata.

- Bulatkan adonan hingga seukuran kelereng. Ulangi hingga adonan habis.

- Isi adonan yang telah dibulatkan dengan isian sesuai selera.

- Didihkan air. Setelah itu, masukkan ronde. Jika ronde terapung, artinya sudah matang, angkat dari air. Tiriskan.

- Kuah ronde: Didihkan air. Sementara itu, blender jahe, serai, dan kecombrang.

- Masukkan rempah yang sudah diblender dalam panci, aduk rata. Tambahkan kayu manis dan cengkih.

- Masukkan gula pasir dan gula merah. Aduk hingga gula larut dan kuah mendidih. Matikan api.

Penyajian: Letakkan 2–3 butir ronde dalam mangkuk, siram dengan kuah sesuai selera. Tambahkan potongan bunga kecombrang dan kacang goreng. Sajikan hangat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore