
ILUSTRASI DOA
JawaPos.com - Nabi Ayub alaihissalam (As) mendapat ujian yang sangat berat. Hartanya habis. Anak-anaknya meninggal. Badannya digerogoti penyakit yang sangat parah.
Di balik semua cobaan itu, Nabi Ayub tetap menunjukkan kualitas tauhidnya yang tinggi dengan bersabar dan tidak mengeluh sedikit pun.
Penderitaan dan penyakit Nabi Ayub As sungguh sangat berat terkena penyakit yang amat parah selama 18 (delapan belas) tahun. Tidak hanya itu saja, Allah mewafatkan anak-anaknya yang dicintai. Begitu pula hartanya habis. Dia menjadi orang fakir. Hanya ditemani istrinya dan dua orang teman yang membantunya setiap hari.
Semua ujian dan cobaan itu diterima Nabi Ayub As dengan sabar. Dia sabar dan ridha dengan takdir Allah yang pahit tersebut. Lantas berkata dan berbuat dengan apa-apa yang diridhai oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala.
Dikutip dari almanhaj.or.id, penyakit merupakan cobaan sekaligus sebagai salah satu penggugur dosa, apabila seseorang mampu bersabar dalam menghadapinya.
Ketika menderita sakit dan ridho atas penyakit itu, Nabi Ayub melafalkan doa meminta kesembuhan juga menjadi salah satu ikhtiar. Oleh karenanya, ketika sakit harus tetap beriman, dan beramal shaleh dalam kesabaran.
Di samping berdoa dan pasrah meminta kesembuhan kepada Allah swt, hendaknya seseorang yang sakit juga berusaha mengobati penyakitnya. Bisa saja jalan kesembuhan dari allah swt dihantarkan lewat obat atau terapi penyakit terapi tersebut.
Doa merupakan salah satu bentuk permohonan dan kerendahan hati seorang hamba dihadapan Tuhannya. Bagaikan senjata bagi orang mukmin, perlindungan bagi orang yang lemah, obat yang paling ampuh bagi orang yang kesusahan. Tidak ada seorangpun yang lepas dari doa.
Dikutip dari islampos.com, para Nabi pun yang notabene sebagai kekasih Allah Swt berdoa dan menjadikan doa sebagai senjata saat menghadapi situasi sulit. Berdoa merupakan aktivitas yang bernilai ibadah. Dengan berdoa, seorang mampu menaiki tangga menuju jalan kesuksesan dan keselamatan. Sebab doa adalah lawan dan musuh yang mampu meringankan turunnya bala’ bahkan menolaknya. Alquran menyatakan bahwa berdoa adalah perintah, siapapun yang berdoa, maka permohonannya pasti terkabul.
Sebaik-baik doa adalah doa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik dari Alquran maupun hadits-hadits Nabi. Meskipun tidak ada larangan bagi seorang mukmin menggunakan redaksi dan bahasa daerahnya ketika berdoa. Namun alangkah baiknya, doa-doa tersebut dihafal dan dipanjatkan oleh kita sebagai bentuk mengikuti sunnah para Nabi. Ketika meminta kesembuhan penyakit kepada Allah Swt pada surat Al-Anbiya’ ayat 83.
Doa ini beliau lantunkan setelah mengalami sakit menahun yang membuat dirinya dijauhi dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat. Namun beliau tetap sabar, taat kepada Allah swt dan senantiasa mengusahakan kesembuhan.
Doa nabi Ayub tersebut diabadikan Allah swt dalam firman-Nya yang dikutip dari nu.or.id memaparkan:
أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ )
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang” (QS Al-Anbiya’ 83).
Nabi Ayub As senantiasa berdoa terus kepada Allah agar Allah mengampuninya dan mengangkat penyakitnya. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
