Meningkatnya kebersamaan tim adalah salah satu dampak perubahan jam kerja selama puasa Ramadhan (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang membawa perubahan besar dalam rutinitas umat Muslim termasuk dalam dunia kerja. Pasalnya banyak perusahaan yang menyesuaikan jam operasional agar karyawan dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman.
Namun, muncul pertanyaan penting yaitu apakah perubahan jam kerja selama puasa Ramadhan benar-benar memengaruhi produktivitas?
Perubahan pola tidur dan waktu makan selama puasa berdampak pada ritme biologis tubuh. Harvard Medical School menjelaskan bahwa ritme sirkadian memengaruhi energi, fokus dan performa mental harian.
Selain itu, kurang tidur akibat sahur dan ibadah malam juga bisa memengaruhi konsentrasi. Centers for Disease Control dan Prevention menyebutkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kewaspadaan dan kemampuan berpikir.
Berikut 8 dampak perubahan jam kerja selama Ramadhan terhadap produktivitas kerja sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School dan OECD, Jumat (27/2) :
Selama puasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan energi terutama menjelang siang atau sore hari.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa kadar gula darah yang rendah dapat memicu rasa lemas dan sulit fokus. Oleh karena itu, penyesuaian jam kerja lebih pagi sering dianggap lebih efektif.
Meskipun demikian, energi dapat dijaga dengan sahur bergizi seimbang. Pasalnya pola makan yang tepat membantu mempertahankan stamina lebih lama selama jam kerja.
Bangun sahur dan menjalankan shalat tarawih terkadang bisa membuat waktu tidur berkurang. Jika tidak diatur dengan baik maka hal ini berdampak pada produktivitas harian.
National Sleep Foundation menekankan bahwa kurang tidur dapat mengurangi konsentrasi dan performa kerja. Kualitas tidur sama pentingnya dengan durasi tidur.
Beberapa perusahaan memberi fleksibilitas waktu masuk kerja. Kebijakan ini membantu karyawan menyesuaikan istirahatnya.
Banyak pekerja merasa lebih segar setelah sahur dan shalat Subuh. Kondisi ini membuat pagi hari menjadi waktu paling produktif.
Harvard Medical School menyebutkan bahwa performa kognitif sering kali lebih baik saat ritme tubuh selaras dengan waktu aktivitas. Karena itu, tugas penting sebaiknya dijadwalkan di pagi hari.
Menyesuaikan jam kerja yang lebih awal dapat meningkatkan efisiensi. Strategi ini sering diterapkan selama Bulan Ramadhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022