
Ribuan umat muslim memadati Masjid Istiqlal pada malam pertama pelaksanaan shalat tarawih Ramadhan 1447 Hijriah, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah selama bulan Ramadhan. Setelah seharian berpuasa, umat muslim menyertai ibadahnya dengan shalat tarawih.
Dalam melaksanakan ibadah shalat tarawih dibutuhkan kekhusyukan dan konsentrasi. Caranya dengan menjaga energi tubuh, pola makan saat berbuka, serta mempersiapkan kondisi mental sebelum shalat. Cara itu diyakini dapat membantu seseorang tetap fokus menjalankan shalat Tarawih.
Ada beberapa tips sederhana yang bisa membantu menjaga konsentrasi saat Tarawih tetap terjaga sehingga ibadah akan lebih khusyuk sebagaimana dilansir The Daily Star, Rabu (5/3).
Jenis makanan dapat mempengaruhi kondisi tubuh saat menjalankan Tarawih. Mengonsumsi makanan berat saat berbuka puasa membuat tubuh akan cepat mengantuk dan konsentrasi ibadah akan menurun.
Sebaiknya pilih menu berbuka yang seimbang seperti protein, karbohidrat dan buah/sayur agar energi tetap stabil sepanjang malam. Menjaga pola makan yang tepat dapat membantu stamina tetap terjaga dan lebih fokus saat menjalankan Tarawih yang cukup lama.
2. Istirahat sejenak sebelum melakukan shalat
Beristirahat sejenak setelah berbuka puasa dapat membantu tubuh kembali segar sebelum menjalankan ibadah shalat Tarawih. Dengan kondisi tubuh yang segar seseorang yang menjalankan shalat Tarawih akan lebih nyaman dan tidak mudah lelah.
Menjaga pola istirahat selama Ramadhan membantu seseorang tetap fokus dan lebih khusyuk saat menjalankan ibadah Tarawih seperti yang dikutip dari About Islam.
Cara sederhana ini sering dianjurkan agar tubuh tetap nyaman saat menjalankan shalat Tarawih yang berlangsung cukup lama.
3. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi
Kurangnya cairan dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lelah dan sulit menjaga konsentrasi, termasuk saat menjalankan Tarawih. Menjaga keseimbangan cairan tubuh sangat penting untuk mendukung energi dan konsentrasi, terutama ketika tubuh mengalami kekurangan asupan cairan dalam waktu lama.
Asupan air yang cukup saat berbuka hingga sahur membantu tubuh mempertahankan energi dan menjaga fungsi tak tetap optimal.
4. Menyiapkan diri secara mental sebelum melakukan shalat
Menjaga konsentrasi saat Tarawih tidak hanya dipengaruhi pada kondisi fisik, tetapi juga kesiapan mental. Menenangkan pikiran dan memperkuat niat sebelum memulai shalat dapat membantu seseorang lebih fokus menjalankan ibadah malam di bulan Ramadhan.
Refleksi spiritual dan kesiapan batin merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan. Ketika pikiran dalam kondisi tenang, seseorang cenderung lebih mudah berkonsentrasi dan memahami makna setiap doa dan bacaan shalat.
