Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 September 2020 | 22.15 WIB

Biar Gagah, Bengal si Kucing Tutul Rajin Makan Daging Merah

CORAK BAK MACAN: Tempatkan kucing bengal di ruangan bersirkulasi bebas. Grooming cukup sebulan sekali. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

CORAK BAK MACAN: Tempatkan kucing bengal di ruangan bersirkulasi bebas. Grooming cukup sebulan sekali. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Kucing berbulu pendek dengan beragam bentuk tutul. Tak hanya corak bulunya yang seperti macan, perawakannya yang garang juga bikin orang takut. Ada pula yang bilang bengal suka menggigit, masak sih?

---

Perawakan yang bagus memang membuat kucing bengal diminati. Tulang-tulang besar dengan struktur wajah kotak membuat kucing bengal tampak gagah. ”Beda dengan persia, misalnya. Itu yang dicari cantik dan anggunnya,” ucap Surtyanti, breeder asal Surabaya. Selain itu, cat lovers saat ini suka sekali dengan tutul-tutul besar.

Jika ditilik lebih detail, ada beberapa bagian tubuh yang diperhatikan betul oleh cat lovers. Salah satunya, bentuk punggungnya. ”Biasanya dilihat juga tulang kaki depan sama belakang. Yang bagus, yang belakang lebih tinggi,” ucap Bagus Prihanto, suami Surtyanti. Bagian belakang yang lebih tinggi itu membuat kucing bengal seperti macan yang sedang mengendap-endap mencari mangsa. Ekornya yang melengkung ke atas menambah kesan keren kucing bengal.

Sejak lahir, postur bengal pasti mulai terlihat. Tapi, tidak berarti perawatannya tak memengaruhi, lho. Ada beberapa trik yang mesti dilakukan pemilik kucing bengal agar si tutul makin kece. Pemilihan makanan jadi kunci. Surty mengatakan, formula daging merah efektif untuk membantu perkembangan si kucing. Hari ini daging giling burung puyuh, besok daging sapi. Begitu terus selang-seling. Daging tersebut menjadi makanan tambahan. Pagi dan sore, si kucing tetap diberi makanan kering seperti biasa.

Memilih daging juga bukan hal sembarangan, lho. Untuk daging sapi, Surty mengolahnya sendiri. ”Beli daging biasa, lalu kita potong kecil-kecil. Diamkan di kulkas tiga hari dulu,” paparnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tak ada bakteri yang masih hidup dalam daging. Setelah itu, langsung berikan kepada si anabul.

Selain dua jenis daging tersebut, Surty membolehkan kucing bengal mengonsumsi daging tuna. Namun, pemilik kucing harus berhati-hati saat memilih. Pastikan daging tuna tersebut segar dan tanpa bahan pengawet. ”Makanya, kalau belum tahu pengolahannya, daging burung puyuh atau sapi amannya,” tutur perempuan yang sudah menjadi breeder selama sembilan tahun terakhir itu.

Surty mengatakan, bengal memiliki karakter pencernaan yang sensitif. Jadi, pemilik harus rutin melihat kondisi perutnya. Apakah kembung atau tidak. ”Makanya, pola makan dan menu makanan mesti dijaga betul,” tegasnya. Pemeriksaan oleh dokter biasanya dilakukan dua bulan sekali. Selain mengecek perut, dokter akan memeriksa mata, telinga, dan mulut bengal.

Sebagai kucing berbulu pendek, bengal termasuk tak butuh perawatan berlebihan. Surty biasanya melakukan grooming cukup sebulan sekali. ”Beda kalau persia kan seminggu sekali, lalu lap matanya juga bisa sampai 2–3 kali sehari,” ucap perempuan yang berdomisili di Gunungsari Indah tersebut.

Untuk menjaga bulunya, kucing bengal cukup dikandangkan di ruangan bersirkulasi bebas. ”Kalau dikasih AC, nanti bulunya jadi panjang,” ujar Surty, kemudian tertawa. Dengan sirkulasi yang jalan terus, bengal sudah cukup nyaman untuk beraktivitas atau tidur.


Bengal termasuk kucing yang sangat aktif. Jadi, wajib hukumnya mengajak si kecil bermain. Setidaknya, luangkan 10–15 menit untuk beraktivitas di luar kandang. ”Mereka pasti langsung lari sana-sini. Kadang bisa diberi mainan bulu-bulu, mereka pasti suka,” kata Surty.

Interaksi dengan sesama kucing dan manusia juga wajib dilakukan demi melatih mental bengal. ”Karena mereka bisa galak ya. Jadi, semakin sering diajak interaksi, mereka juga semakin biasa dan nyaman,” jelas perempuan berhijab itu. Jika sudah terbiasa berinteraksi, kucing bengal akan lebih jarang mengeluarkan suara grrrr. Saat stres, mereka cukup menunjukkan reaksi dengan bulu-bulu buntut yang berdiri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=LpaNsRU-PSs

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore