Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Desember 2020 | 00.30 WIB

Lobster Hias Air Tawar, Bukan Lobster yang ”Itu”

MENYALA: Snow white clarkii (kiri) dan red marlboro clarkii, lobster hias air tawar, yang diminati penghobi ikan hias karena warnanya mencolok. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

MENYALA: Snow white clarkii (kiri) dan red marlboro clarkii, lobster hias air tawar, yang diminati penghobi ikan hias karena warnanya mencolok. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Sepekan terakhir, lobster sedang ramai diperbincangkan. Tepatnya setelah seorang menteri terjerat kasus suap izin ekspor benih lobster dicokok komisi antirasuah. Namun, lobster yang satu ini berbeda. Bukan lobster yang itu. Lobster yang ini diburu banyak penghobi ikan hias untuk menyempurnakan harmoni di dalam akuarium. Ia adalah lobster hias air tawar (LHAT).

---

LOBSTER air tawar termasuk keluarga crustacean atau udang-udangan. Secara karakteristik pun, tidak jauh berbeda dengan lobster laut. Yang membedakan adalah warna tubuhnya sangat indah dan bervariasi.

Postur tubuh LHAT juga lebih kekar, tetapi tetap anggun. Pantas jika banyak penghobi ikan hias memilihnya untuk dijadikan penghias akuarium. Teguh Satrio, seorang penghobi sekaligus peternak lobster, mengungkapkan bahwa sudah lima tahun terakhir dirinya menggeluti dunia LHAT. Sudah enam jenis yang dikembangbiakkan. Mulai cherax tiger, blue moon, cherax pulcher, yabby, red marlboro clarkii, hingga snow white clarkii.

”(Tapi), sekarang hanya ada red marlboro clarkii dan snow white clarkii (untuk lobster hias). Sisanya lobster konsumsi,” kata pria yang sudah bermain lobster selama 15 tahun itu. Teguh menambahkan, dua jenis LHAT itu dicari banyak penghobi ikan hias untuk melengkapi akuarium mereka. Apalagi, harganya relatif lebih murah ketimbang jenis lainnya.

Kebanyakan peminat LHAT, kata Teguh, adalah penghobi aquascape dengan tema tertentu. Terutama gaya Jepang. ”Biasanya aliran yang nggak pakai tanaman. Hanya pohon atau bebatuan. Kalau ada tanamannya, ya habis dimakan,” jelasnya, lantas tertawa.

Lobster hias juga terkenal tahan banting. Karena itu, tidak perlu khawatir jika listrik tiba-tiba padam sehingga aerator di akuarium mati. Lobster masih bisa bertahan hidup. Bahkan, meski tidak ada air. Sebab, lobster bisa hidup hingga dua hari tanpa air. Ia memiliki rongga karapas yang dapat menyimpan air dan menyerap oksigen.

Keistimewaan LHAT ada pada warnanya yang mencolok. Bukan seperti lobster konsumsi yang cenderung pucat seperti red marlboro clarkii. Dari namanya, lobster itu berwarna merah menyala. Sementara itu, snow white clarkii nyaris sekujur tubuhnya putih.

Saat penghobi mulai untuk merawat, perlu diperhatikan bahwa lobster termasuk hewan nokturnal. Karena itu, pemberian pakan pada sore atau malam wajib dioptimalkan. Lalu, pakan hidup berupa ikan kecil bisa diberi dua minggu sekali. Sifatnya, variasi saja. Sebab, jika terlalu sering diberi ikan, sifat kanibalnya akan mendominasi.

Baca Juga: Ayam Onagadori si Ekor Naga Asal Jepang

Salah satu fase hidup lobster hias yang ditunggu-tunggu para penghobi adalah waktu berganti kulit alias moulting. Proses alamiah itulah yang membuat warna cangkang lobster menjadi lebih anggun. Sebagaimana yang terjadi pada red marlboro. Setelah berganti kulit, warna kulitnya tidak langsung menjadi merah, tapi oranye dulu.

”(Proses) pengerasan (cangkang) 2–3 hari lah. Makanya, di akuarium harus selalu ada paralon. Atau, kayu yang sela-selanya bisa digunakan untuk berlindung,” ungkapnya. Perlindungan itu berfungsi agar lobster yang baru ganti kulit tidak dimangsa lobster lainnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dTfi57pplbc

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore