
SI PENGHULU TANAMAN: Gregori Gamadi Hambali di antara tanaman hasil persilangannya di Bogor, Rabu (10/2). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Nama besar Gregori Garnadi Hambali dalam dunia pemuliaan tanaman tak perlu diragukan lagi. Cukup sebut aglaonema harlequin, semua orang akan langsung teringat dengan keindahan tanaman dari famili araceae itu yang sukses terjual Rp 660 juta pada 2006 lalu. Atau, aglaonema pride sumatera yang harganya pun menembus ratusan juta rupiah. Yups, itu adalah beberapa masterpiece dari Greg Hambali, si "penghulu" tanaman.
Lewat tangan dinginnya, sudah ratusan varietas tanaman disilangkan. Mulai buah pepaya, jagung, palem, salak, dracaena JT stardust, aglaonema, calathea, hingga cyrtosperma.
Menurut dia, semua orang bisa saja mengawinkan sendiri tanamannya. Asal ada keinginan untuk mencoba. Sebab, setelah ada keinginan tersebut, orang bakal penasaran dan mencari tahu. ’’Kegiatan menyilangkan tanaman itu bisa dipelajari. Yang penting ada kemauan,’’ ujarnya saat ditemui di nursery miliknya di kawasan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/2).
Photo
UNIK: Tanaman cyrtosperma persilangan separo menjadi hasil karya Gregori Garnadi Hambali. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Photo
Greg mengibaratkan kegiatan itu seperti memasak. Harus ada praktiknya agar benar-benar bisa. Namun, sebelum itu, harus dilengkapi semua bahannya. Bila dalam kegiatan memasak bahan diperoleh dari dapur atau pasar, untuk jadi ’’makcomblang’’ tanaman harus ke nursery atau tempat asal tanaman tersebut tumbuh. Dari situ, bakal diperoleh bahan tanaman yang bisa dijadikan induk persilangan. Jumlahnya pun harus cukup. Dengan begitu, bisa leluasa melakukan persilangan.
’’Jadi, selebihnya sama seperti memasak. Coba-coba aja, garam masukin saat di akhir atau seperti apa. Nanti tahu apa yang paling bagus atau cocok untuk grup tanaman yang ingin kita perbaiki mutunya,’’ papar master of science Universitas Birmingham, Inggris, tersebut.
Untuk tanaman hias, mutu itu berkaitan dengan penampilan. Setelah mengombinasikan sifat-sifat berbagai tanaman induk, akan muncul tanaman baru yang sifat atau penampilannya baru. Lebih cantik dan berbeda daripada yang ada. ’’Biasanya kalau kita teruskan sampai generasi F2 akan muncul kombinasi langka yang tidak kita dapat bila tidak kita silangkan,’’ ungkap Greg.
Nah, perlu dipelajari pula karakteristik tanaman yang akan disilangkan. Bagaimana reproduksinya. Dengan begitu, dapat diketahui kapan waktu yang pas memindahkan serbuk sari ke kepala putik. Apakah saat bunga mekar puncaknya atau menjelang puncak kematangan kepala sari. Wajib diketahui pula periode reseptivitasnya atau berapa lama kemampuan untuk diserbuki. Sebab, ada tanaman yang bunganya masih kuncup, tapi kepala sari sudah siap menyerbuki. Misalnya, jenis keladi dan aglaonema yang besifat protogynus, yakni bunga betina atau kepala putik masak lebih awal daripada kepala sari. Sehingga perlu serbuk sari dari pohon berbeda untuk melakukan penyerbukan.
Photo
JENIS BARU: Bunga calathea hasil persilangan kaya Gregori Gamadi Hambali. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
’’Ini sangat menentukan. Sebab, misalnya bunga kelihatan sudah mekar, tapi sebetulnya kepala sarinya belum siap,’’ jelasnya. Ketika sudah tahu reproduksinya, akan diketahui pula kapan polen keluar maksimal. Misalnya, polen aglaonema umumnya keluar pagi hari, meski ada juga yang menjelang dini hari. Untuk dieffenbachia yang merupakan padanan aglaonema dari Amerika Selatan, polennya justru sore atau malam hari. Karena itu, serangga yang biasa membantu penyerbukan di alam pun berbeda. Aglaonema dibantu lalat, sedangkan penyerbukan dieffenbachia dibantu coleoptera yang aktif sore dan malam hari. "Dengan tahu ini, persilangan bisa lebih tepat sasaran," kata alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Baca juga: Variegata Kabel Busi dan Janda Bolong Tetap Idola
Lalu, berapa lama persilangan menampakkan hasil? Menurut Greg, sangat bergantung jenis tanaman. Caladium bisa sebulanan, calathea 40 harian, aglaonema 6–7 bulan. Hasilnya biasanya tidak bisa langsung bagus. Kebanyakan, hasil terbaik diperoleh dari evaluasi beberapa kali hingga muncul hasil yang paling diinginkan. Sebab, persilangan bukan cuma urusan ada varietas baru, tapi bagaimana membuat tanaman menjadi cantik.
Disinggung soal obsesinya terhadap tanaman hibrida itu, pria kelahiran Sukabumi tersebut mengaku ingin sekali mencoba mengawinkan tanaman salak. Meski salak tergolong tanaman buah, ada spesies yang justru terlihat sangat ornamental. Misalnya, jenis salak dari Kalimantan. "Misal dibuat tanamannya tidak berduri, bisa dipasang di meja dengan ukuran pendek," ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Gkql7dfzkaI
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022