
MUNGIL BERTENAGA BESAR: Mini Cooper milik anggota Mini Club Surabaya saat mengikuti gathering komunitas otomotif di Jalan Mayjen Yono Soewoyo, Surabaya, Kamis (11/3). Anggota penggemar mobil pabrikan Inggris itu berkisar 30 orang. (Riana Setiawan/Jawa Pos
Keseruan bergabung dengan penggemar otomotif tak hanya bisa dirasakan saat mengaspal. Jalan-jalan ke tempat mobil kesayangan diproduksi tak kalah seru. Mereka juga melahirkan komunitas baru yang beranggota penggemar mobil Mini.
---
SEBELUM pandemi, tepatnya pada Januari 2020 lalu, Mini Club Indonesia touring ke Inggris. Mereka menghadiri pameran di London yang diadakan British Mini Club, sebuah komunitas penggemar Mini di Inggris. Di sana, 28 anggota Mini Club Surabaya disambut baik oleh panitia.
”Mereka kaget karena kami datang dalam rombongan besar. Padahal, mereka tidak tahu, Surabaya itu di mana. Mereka Cuma tahu Indonesia, hahaha,” kenang Andi Alamsyah, ketua Mini Club Surabaya.
Di Inggris, Andi dan kawan-kawan berkesempatan untuk melihat berbagai model Mini, mulai yang lawas hingga model terbaru. Selain itu, para anggota klub membeli spare part kendaraan. Mulai velg, kaca, hingga spion. ”Pokoknya itu surganya penggemar Mini,” imbuhnya.
Setelah dari London, rombongan bertolak ke lokasi perakitan di Oxford. Di sana, mereka berbelanja merchandise, mulai topi, bolpoin, hingga aksesori lainnya. Mereka juga berkesempatan berfoto dengan mobil yang khusus diciptakan untuk memperingati 60 tahun Mini.
Menurut Andi, pengalaman bisa datang ke pabrik dan pameran Mini sangat tak terlupakan. Sayang, rencana komunitas untuk hadir di event yang sama di Jepang tahun ini kandas karena pandemi.
Kedatangan Mini Club Surabaya ke Inggris tahun lalu juga melahirkan komunitas baru. Yakni, The Bronis (Brompton Mini Surabaya). Isinya kumpulan anggota Mini Club Surabaya yang juga menggemari sepeda Brompton. Itu setelah mereka mengunjungi Brompton Junction di London.
Para anggota Mini Club Surabaya mendeklarasikan komunitas The Bronis berjumlah 20 orang di Manchester. ”Total, anggota Mini Club Surabaya ada 30-an lebih. Nah, komunitas Brompton ini menyatukan teman-teman yang suka Mini, juga suka Brompton,” tuturnya
Setelah membentuk The Bronis, Andi dan kawan-kawan gowes. Di Manchester, Liverpool, dan kota-kota lainnya di Inggris. Sampai kembali ke Surabaya, mereka rutin gowes sepekan sekali. ”Saya sih senang sekali bisa bergabung dengan teman-teman. Kedekatan kami dan masing-masing keluarga di komunitas Mini semakin intens karena kami tidak cuma touring. Tapi, kami juga olahraga bareng,” tambah Datu Nova Fatmawati, salah seorang anggota The Bronis.
Pemilik Mini Cooper S dan Brompton M6l itu bahkan rela berangkat jauh-jauh dari tempat tinggalnya di Lamongan ke Surabaya. Datu pun rajin hadir jika ada gathering di kota mana pun bersama The Bronis atau Mini Club Surabaya.
Baca Juga: Demi Susu Anaknya, Jumardi Jual 10 Burung Bayan, Berakhir di Tahanan
Mini sendiri memang unik. Ia adalah mobil klasik yang kecil dan colorful. Andi mengatakan, karakter Mini dan Brompton mirip. ”Bentuknya kecil, lucu, tapi bisa dinaiki orang-orang bertubuh besar. Warnanya macam-macam. Karakter desain khas Inggrisnya itu dapat,” tuturnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ow_yZst7yn0

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
