
WARNA DAN RASA SEGAR: Aprikot teksturnya lebih lunak ketimbang peach yang renyah. (IG HOMEGARDEN 34)
Di negara tropis, buah impor –seperti persik, aprikot, plum, hingga aneka ragam beri– termasuk buah eksotis. Ada anggapan, pohon buah-buah tersebut tak mungkin tumbuh di iklim Indonesia. Padahal, itu tidak benar, lho.
---
BERAGAM pohon buah impor tumbuh subur. Buahnya pun lebat. Ada peach, aprikot, plum, dan banyak lainnya. Foto-foto pohon buah yang subur di laman Instagram Homegarden itu bukan diambil dari kebun luar negeri. Melainkan, dari rekanan petani di tanah air. Pemilik nursery Homegarden Erni Jayaningrum menceritakan, ada beberapa jenis tanaman buah impor yang bisa tumbuh baik di Indonesia.
’’Yang sudah terbukti bisa beradaptasi sampai berbuah di iklim kita ada peach atau kalau di Korea, disebut bogsung-a. Yang dibudidayakan juga ada beberapa jenis,” ungkapnya. Selain itu, ada aprikot, plum, dan pir. Ditambah beberapa tanaman yang lebih dulu familier seperti stroberi, apel, dan anggur. Erni menilai, ada salah kaprah terkait tanaman buah eksotis di tanah air.
Banyak orang mengira, pohon-pohon buah itu hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Atau, daerah yang beriklim sejuk. ’’Itu stigma yang keliru. Tanaman seperti persik, aprikot, dan anggur justru lebih suka cuaca hangat agar bisa berbunga,” lanjut pekebun yang berbasis di Malang tersebut. Dengan begitu, iklim tropis sebenarnya pas untuk beberapa jenis tanaman buah.
Erni menjelaskan, pohon buah impor lebih dulu diadaptasikan dengan iklim Indonesia. Pohon ditanam di kebun-kebun jaringan petani rekanan Homegarden. Jika berhasil tumbuh baik, biasanya pohon itu akan mulai belajar berbuah.’’Kalau adaptasinya berhasil, mulai berbuah di sekitar umur 2–3 tahun. Maksimal 5 tahun,” paparnya. Tanaman produktif itulah yang kelak jadi indukan untuk bibit-bibit baru.
Perawatan pohon buah impor nyaris sama dengan pohon buah pada umumnya. Erni menilai pemakaian media tanam organik bisa meminimalkan risiko kerusakan tanaman. Nah, bagi yang tertarik menanam pohon buah eksotis, dia menyarankan memilih peach dan aprikot. Tumbuhan dari keluarga Rosaceae itu relatif mudah ditanam.
Jika mendapat perawatan maksimal, tanaman akan mulai berbunga di rata-rata usia 1–1,5 tahun. Persik dan aprikot bisa berbuah lewat penyerbukan alami. Dengan catatan, bunga dirawat dengan baik. ’’Saat mulai masuk fase buah, kami stop pupuk kimia. Diganti dengan pupuk organik padat,” lanjut Erni. Menurut dia, rasa buah tak terlalu banyak berubah.
Baca juga: Angkat Kulit Mati pada Wajah dengan Scrub Biji Aprikot
’’Rasanya sama (seperti yang ditanam di negara asalnya). Di awal adaptasi, ukuran buah biasanya lebih kecil,” paparnya. Di panen selanjutnya, hasilnya akan lebih baik. Erni menilai, meski serupa, aprikot dan peach memiliki karakteristik buah berbeda. Tekstur aprikot lebih lunak ketimbang peach yang renyah. ’’Saat belum matang, cenderung kenyal,” imbuhnya.
Erni menyatakan, pohon buah –baik impor maupun lokal– membutuhkan ketelatenan dan perhatian ekstra. Perawatan harus dilakukan tanpa putus, dari awal tumbuh hingga berbuah.
Baca juga: Ketika Jeruk dan Peach Disulap Jadi Segelas Mocktail
Photo
WARNA DAN RASA SEGAR: Neuctarine peach dan peach Holland. Neuchtarine tidak memiliki bulu pada kulit buah, sedangkan peach Holland berbulu dengan warna merah semburat kuning. (IG HOMEGARDEN 34)
Pohon buah disarankan di ukuran medium atau di usia 1–2 tahun. Lebih besar daripada bibit, tapi di bawah size indukan.
MEDIA TANAM
Untuk menekan risiko kerusakan tanaman, gunakan campuran tanah kebun, sekam mentah bersih, dan pupuk kandang. Bisa juga ditambah humus. Tanaman bisa ditanam di tanah maupun pot. Gunakan pot berdiameter lebih dari 50 cm atau planter bag di ukuran 75 liter atau lebih besar.
PENYIRAMAN
Photo
WARNA DAN RASA SEGAR: Neuctarine peach dan peach Holland. Neuchtarine tidak memiliki bulu pada kulit buah, sedangkan peach Holland berbulu dengan warna merah semburat kuning. (IG HOMEGARDEN 34)
Saat musim hujan, penyiraman cukup sekali sehari pada pagi hari. Ketika musim kemarau, lakukan dua kali penyiraman. Penyiraman bisa dibarengi dengan misting.
PEMUPUKAN
Idealnya, pemupukan dilakukan sebulan sekali. Jika belum memasuki usia berbuah, berikan hormon pertumbuhan dan pupuk organik daun. Di usia berbunga, tambahkan NPK buah dan kalium.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
