Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Juli 2022 | 17.10 WIB

Sukses Grafting Tabulampot Pohon Mangga

JADI UNIK: Didiek Sunaryudi menunjukkan tanaman mangga yang akan di-grafting. Dengan teknik ini, satu pohon bisa memiliki beragam jenis. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS) - Image

JADI UNIK: Didiek Sunaryudi menunjukkan tanaman mangga yang akan di-grafting. Dengan teknik ini, satu pohon bisa memiliki beragam jenis. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Jenis tanaman yang bisa dikembangkan dalam area pekarangan yang sempit, tapi hasil buah maksimal, kian beragam. Bahkan, satu pohon dengan belasan jenis buah pun bisa keturutan. Pengaplikasian hal itu sangat mungkin dilakukan. Salah satunya melalui teknik grafting.

---

SELAIN cukup mudah dilakukan, grafting sering kali dipilih karena memberikan kepastian pada kualitas hasil sambungan. DNA pucuk yang disambung akan sama dengan induk asal. Kemudian, kecepatan pertumbuhan juga lebih baik.

Ada dua jenis grafting yang umum dilakukan. Yakni, metode sistem sambung V dan sistem sambung datar. Keduanya memiliki keunggulan yang hampir sama. Yang pasti, pengerjaan teknik itu harus dilakukan dengan teliti.

Teknik tersebut lumrah diterapkan ke berbagai jenis tanaman. Namun, bagi pemula, sering kali terjadi kegagalan hanya karena faktor sepele. Misalnya, terlalu memaksakan pemberian pupuk setelah grafting dilakukan.

Owner Surabaya Flora Gallery Didiek Sunaryudi mengatakan, setelah di-grafting, tanaman cukup disiram secara rutin. Yakni, saat pagi dan sore. ’’Kalau diberi pupuk, tunas yang di-grafting bisa gosong dan malah mati. Pupuk akan membuat suhu pohon itu panas karena pertumbuhannya dipacu,’’ katanya.

Untuk memulai grafting, calon batang bawah dan pohon yang akan diambil pucuknya harus dalam kondisi prima. Upayakan memupuk tanaman dengan NPK berimbang. Tujuannya, pohon juga bisa maksimal dalam penyerapan nutrisi. ’’Kelebihan lain, pohon bisa menghasilkan getah yang lebih banyak. Ini bisa menjadi jalan untuk mempercepat penyembuhan luka yang dilakukan saat grafting. Sekaligus mempercepat penutupan bagian yang disambung. Istilahnya, getah berperan sebagai perekat alami,’’ terang Didiek saat ditemui Jawa Pos di rumahnya, kawasan Medokan Ayu, pada Rabu (6/7) lalu.

Dalam memilih batang yang bakal digunakan sebagai entres, ada tekniknya. Didiek menyarankan untuk memilih pucuk yang sudah bunting. Namun, mayoritas daun yang dipilih sudah agak tua. Pada pohon mangga, cari yang warnanya hijau tua. Kemudian, ciri pada batang adalah warnanya hijau semburat cokelat. Pada posisi itu, keadaan batang berada pada usia yang ideal. ’’Tidak ketuaan dan tidak terlalu muda juga. Risiko gagalnya lebih kecil pada usia batang yang demikian,’’ terangnya.

Nah, yang penting juga soal alat yang digunakan. Dari pengalaman panjang Didiek dalam menerapkan teknik grafting, menggunakan silet cukur adalah alat yang paling simpel dan hasilnya rapi. Juga, gampang disterilkan. ’’Silet itu tipis dan sangat tajam, potongan bisa sangat rapi. Kalau mau pakai cutter juga bisa, tapi harus dibersihkan dengan alkohol. Sebab, cutter memiliki lapisan minyak biasanya. Nah, ini bisa menyebabkan kegagalan saat meng-grafting tanaman,’’ ujar pria 59 tahun tersebut.

Dari teknik itu, Didiek menghasilkan banyak tanaman yang unik. Ada mangga yang memiliki hingga 11 jenis dalam satu pohon. Lalu, pada jambu juga diterapkan metode yang sama. ’’Grafting ini memang paling cocok diterapkan untuk mencari varietas yang unggul. Apalagi jika punya lahan sempit dan ingin menanam buah dalam pot (tabulampot), sangat ideal,’’ paparnya.

---

TIPS GRAFTING PADA POHON MANGGA

Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)


  • Lakukan saat sore agar pohon memiliki waktu istirahat selama 12 jam untuk penguapan.

  • Pastikan pembalutan luka pada bagian yang di-grafting rapat agar tidak terkena air. Bisa juga disungkup dengan plastik agar maksimal.


Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)


  • Jangan buru-buru membuka bagian yang disambung. Idealnya tunggu 3–5 bulan. Buka bertahap dan bergantian pada bagian bawah dan atas sisi grafting.


Photo

JADI UNIK: Didiek Sunaryudi menunjukkan tanaman mangga yang akan di-grafting. Dengan teknik ini, satu pohon bisa memiliki beragam jenis. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)


  • Buka bagian sungkup ketika daun yang muncul sudah hampir menyesaki plastik yang digunakan.

  • Selama proses grafting belum selesai, usahakan hanya menyiram tanaman dengan air, tidak perlu menggunakan pupuk.


Photo

(FOTO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore