
Nexon, Salah Satu Perusahaan Game Asal Korea Selatan Dinyatakan Bersalah oleh Komisi Perdagangan Korea Selatan. / Sumber : Korea Economic Daily
JawaPos.com – Salah satu pengembang game asal Korea Selatan yaitu Nexon harus menerima hukuman dari Komisi Perdagangan Korea Selatan (KFTC).
Mereka sampaikan kabar tersebut pada Rabu (3/1) lalu. Nexon harus membayar denda sebesar KRW 11.6 Miliar atau sekitar Rp 1,3 Miliar jika dihitung dengan nilai kurs Rp 11,79.
Dikutip dari Korea Economic Daily, nilai denda yang dijatuhkan pada Nexon itu merupakan yang terbesar bagi industri elektronik di Korea Selatan hingga saat ini.
Perwakilan dari Nexon mengatakan bahwa mereka menerima putusan tersebut, tetapi tetap akan mencoba untuk mengajukan banding.
Awal Mula Kasus Tersebut
Dilansir dari PCGamer, studio yang mempublikasikan game mobile populer Blue Archive itu diduga melakukan pelanggaran terkait persentase peluang gacha.
Diketahui mereka beberapa kali mengubah peluang persentase untuk mendapatkan item tertentu pada game MapleStory dan Bubble Fighter.
Perubahan tersebut tidak diberitahukan pemain, sehingga mereka tidak mengetahui item yang mereka inginkan telah diubah persentasenya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah perubahan persentase kehadiran Cube di dalam game MapleStory yang dipublikasikan Nexon.
Cube merupakan salah satu item yang diperkenalkan dan diimplementasikan di game tersebut pada 2010 dan bisa didapatkan pemain dengan sistem gacha.
Biaya yang dikenakan untuk melakukan gacha tersebut yakni KRW 2000 atau sekitar Rp. 23 Ribu bila dikenakan kurs senilai Rp 11,79.
Pada awalnya semua Cube memiliki probabilitas yang sama untuk muncul, namun Nexon diam-diam menurunkan probabilitas Cube yang paling populer.
Nexon telah melakukan hal tersebut sejak 2010 hingga 2021 dan hal itu membuat KFTC merasa harus melakukan tindakan tegas.
Mengutip Korea Times, KFTC menyebut bahwa alasan mereka memberikan denda yang sangat besar pada Nexon adalah karena menganggap perusahaan tersebut memberikan informasi yang salah.
Lembaga itu juga menduga studio game yang kini miliki kantor pusat di Tokyo, Jepang tersebut sengaja tidak memberitahu agar mengundang banyak pemain untuk membeli produk mereka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
