Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 13.07 WIB

Sony Suntik Rp611 Miliar Demi Bersiap Hentikan Produksi Disc Game PlayStation

Playstation 4 dan Playstation 5. (Blibli) - Image

Playstation 4 dan Playstation 5. (Blibli)

JawaPos.com - Sony disebut mulai menyiapkan langkah besar untuk mengakhiri era game PlayStation berbasis cakram (disc). Mulai Januari 2028, perusahaan dikabarkan akan sepenuhnya beralih ke distribusi game digital.

Seperti dilansir dari Engadget, laporan tersebut diungkap media Austria, ORF Salzburg, yang menyebut manajemen Digital Audio Disc Corporation (DADC) milik Sony telah menginvestasikan sekitar USD 34 juta atau Rp 611,3 miliar untuk mengubah pabrik produksi cakram di Thalgau, Salzburg, menjadi fasilitas manufaktur mikrolensa optik.

Meski transformasi ini telah direncanakan sejak lama, manajemen baru menyampaikan keputusan tersebut kepada para pekerja di pabrik Thalgau pada 1 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Sony juga mengumumkan rencana transisi penuh PlayStation ke format digital mulai Januari 2028.

Mikrolensa optik merupakan komponen yang berfungsi memanipulasi cahaya dan banyak digunakan pada sensor kamera, headset augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), jaringan serat optik, hingga berbagai perangkat medis.

Saat ini, pabrik Thalgau memproduksi sekitar 600.000 cakram setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya digunakan untuk kebutuhan game PlayStation.

CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, memperkirakan produksi cakram akan terus menurun hingga hanya menyisakan sekitar 10 persen dari kapasitas produksi saat ini pada 2028.

Sebagaimana dilaporkan The Verge, fasilitas Thalgau bukan hanya menjadi salah satu pabrik produksi cakram Sony, tetapi juga merupakan kantor pusat DADC. Sebelumnya, DADC juga memiliki fasilitas manufaktur massal di Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat, yang memproduksi sekitar 23 miliar cakram sejak 1983 sebelum ditutup pada 2022. Setelah penutupan fasilitas tersebut, perusahaan masih memproduksi sekitar 3,4 miliar cakram dari fasilitas lainnya.

Meski menghentikan produksi cakram secara bertahap, Sony memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran di pabrik Thalgau. Tanzer mengatakan sekitar 300 karyawan yang saat ini bekerja di fasilitas tersebut akan dipertahankan dan menjalani pelatihan ulang untuk memproduksi mikrolensa optik.

Produksi mikrolensa optik di pabrik Thalgau dijadwalkan mulai berlangsung pada tahun depan sebagai bagian dari transformasi bisnis Sony menuju teknologi optik dan distribusi game berbasis digital.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore