
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
JawaPos.com - Laksamana Malahayati merupakan satu dari empat dari tokoh yang disematkan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (9/11). Penetapan pejuang wanita perempuan asal Aceh itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) No 115/TK/Tahun 2017.
Penyematan gelar pahlawan nasional untuk perempuan bernama lahir Keumalahayati itu rupanya memiliki cerita tersendiri. Di antaranya, sebelum nama itu diserahkan ke presiden, pihak tim Pengkajian Gelar Pahlawan kesulitan menemui keluarga dan keturunan Malahayati.
Cerita di balik pemberian gelar Pahlawan Laksamana Malahayati itu pun dikisahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Diungkapkan Khofifah, semua berawal ketika dirinya berkunjung ke Kantor Kongres Wanita Indonesia (Kowani) beberapa waktu lalu. Rupanya, di sebuah sudut ruangan kantor itu terdapat miniatur kapal bertuliskan Laksamana Malahayati.
"Saya sampaikan ini belum pahlawan, lho. Padahal ini pahlawan perempuan Islam pertama di dunia. Dan akhirnya Kowani mengusulkan (Malahayati sebagai Pahlawan Nasional, Red)" ungkap Khofifah.
Setelah itu, Kowani pun mengusulkan nama Keumalahayati kepada tim Pengkajian Gelar Pahlawan yang difasilitasi Kemensos. Tim itu terdiri atas berbagai unsur independen.
Namun, ada saja kesulitan yang dihadapi oleh tim. Termasuk, menemui keturunan Malahayati. Akhirnya, tim berkonsultasi dengan kepala staf TNI Angkatan Laut (Kasal). Alhasil, tim berhasil menemui keluarga Malahayati di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Sebegitu besar perjuangan Keumalahayati, tapi belum ada yang usulkan. Jadi, saya minta ada institusi yang usulkan. Kalau tidak ada yang mengusulkan, maka tidak ada yang memroses," ujar Khofifah.
Dia menjelaskan, keputusan akhir pemberian gelar Pahlawan Nasional itu ada di tangan presiden. Namun, setiap masyarakat diperbolehkan mengajukan siapapun sebagai Pahlawan Nasional.
Menurut Khofifah, ada sejumlah persyaratan seseorang bisa diusulkan sebagai pahlawan. Antara lain, sudah meninggal, kehidupannya tidak menorehkan cacat, mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat, serta tidak pernah mengkhianati Pancasila dan NKRI.
Selain itu, harus ada rekomendasi dari bupati atau wali kota hingga gubernur tempat kelahiran sosok yang diusulkan tersebut. Serta, harus ada diskusi masyarakat di wilayahnya untuk memberikan kesaksian akan jasa-jasa sosok pahlawan yang diusulkan.
Khofifah menyebut, pasca pemberian gelar kepada empat pahlawan, hingga kini sudah ada 173 Pahlawan Nasional. Jumlah itu bertambah dari tahun sebelumnya yakni 169 Pahlawan Nasional. "Dan ada 13 perempuan yang merupakan Pahlawan Nasional," ucapnya.
Diketahui, pada 1585–1604, Malahayati memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.
Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda pada 11 September 1599. Sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
