Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2017 | 17.29 WIB

Rasakan Sakit Sejak 2005, Begini Kondisi Jantung Bondan Winarno

Almarhum Bondan Winarno (kanan) dalam sebuah acara festival kuliner dan kopi - Image

Almarhum Bondan Winarno (kanan) dalam sebuah acara festival kuliner dan kopi

JawaPos.com - Wartawan dan tokoh kuliner Indonesia Bondan Winarno sudah sejak lama berjuang untuk menyembuhkan penyakit jantung yang dideritanya.


Almarhum tutup usia di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada Rabu pagi (29/11). Bondan meninggal usai menjalani operasi kedua di rumah sakit tersebut.


Rupanya tahun ini bukan kali pertama bagi Bondan bolak-balik ke rumah sakit. Sebab gejala awal penyakitnya diketahui sudah dirasakan sejak tahun 2005. Saat itu Bondan mengaku kerap merasa kesemutan di bagian tangan.


Setelah sekian lama menempuh berbagai pemeriksaan, ternyata pemeriksaan terakhir, Bondan dideteksi mengalami kebocoran katup aorta.


Bondan saat itu diminta untuk segera ke RS Jantung Harapan Kita untuk pemeriksaan echo. Dalam pemeriksaan echo di Harapan Kita, 65 persen terkonfirmasi katup aorta jantungnya bocor.


Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Iwan Dakota paling mengetahui sejarah riwayat penyakit almarhum setelah dirujuk ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Iwan adalah orang pertama yang menyarankan agar Bondan dioperasi.


"Bulan September pertama kali ke rumah sakit kami. Itu sudah rujukan dari rumah sakit lain. Saya sarankan lakukan tindakan operasi," ungkap iwan kepada JawaPos.com, Rabu (29/11).


Pada bulan September 2017, operasi pertama Bondan berhasil dan keadaannya membaik sampai Oktober 2017. Namun setelah itu, Bondan kembali dirawat di sebuah RS di Bali.


"Setelah itu, November dirujuk kembali operasi kedua di sini (Harapan Kita)," ujar adik dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.


Menurut Iwan, perjuangan Bondan menyembuhkan penyakitnya sudah sampai berkeliling negara lain. Namun memang, lanjutnya, saat operasi kedua kondisi Bondan tak memungkinkan.


"Ya karena operasi kedua tak begitu baik tetapi memang ada masalah utamanya karena disertai infeksi pada saat operasi kedua, sehingga terjadi perburukan," papar Iwan.


Ironisnya, setelah menjalani operasi kedua pada tanggal 23 November 2017, kondisi Bondan semakin drop. Akhirnya Bondan Winarno menghembuskan napas terakhirnya di hari ke-7 pascaoperasi.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore