
Kontainer terdampar usai tsunami di sekitar pantai dekat Pandeglang, Banten, Senin (24/12).
JawaPos.com - Kondisi pesisir sekitar Selat Sunda belum dianggap aman bagi warga setempat. Setelah bencana tsunami Sabtu (22/12) lalu, gelombang laut masih tinggi. BMKG mengimbau warga agar menjauhi pantai untuk sementara waktu.
Berdasar prakiraan, cuaca buruk dan gelombang tinggi masih akan berlangsung hingga 26 Desember 2018. "Ada gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem. Dimohon agar tidak beraktivitas terlebih dahulu sampai tanggal 26 Desember. Nanti kalau ada diperpanjang akan kita beri tahu," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantornya, Senin (24/12).
Selama belum adanya pencabutan anjuran untuk tidak kembali ke pantai. Selain itu, warga diminta untuk tidak panik mendengar informasi tsunami susulan.
Soal Gunung Anak Krakatau yang terus beraktivitas, mantan rektor UGM itu menyebut, hal itu masih dianalisis oleh pihaknya terkait. "Anak Gunung Krakatau tetap dipantau terus. Saya mohon masyarakat tidak perlu panik. Kita semua mengetahui itu jadi tetap perlu waspada," tegas dia.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Nelly Florida Riama menambahkan, kondisi tinggi gelombang perairan di lokasi kejadian berkisar 1,25 - 2,5 meter. Menurutnya, peristiwa itu bertahan hingga 27 Desember mendatang.
"Masih sama seperti dari 22 Desember, dan kami perkirakan ini akan bertahan sampai 27 Desember 2018. Dan kita berharap sesudah tanggal 27 Desember tinggi gelombang akan berkurang," terang Nelly pada kesempatan yang sama.
Data BNPB sementara hingga Senin (24/12) pukul 17.00, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi akibat tsunami di sejumlah pantai Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan, dan Serang.
Di samping itu, kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022