Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 16.53 WIB

Mengenal Pencetus Teori Personality MBTI, Profil Issabel Briggs Myer dan Katherine Cook Briggs

Katherine Briggs yang duduk di kursi, bersama dari kiri, cucunya Kathleen Hughes, anaknya Isabell Myers, dan cucunya Ann Myers Hughes.

 

JawaPos.com – Siapa yang tidak tahu teori personality MBTI? Teori yang digunakan banyak orang, bahkan HRD di perusahaan menggunakannya untuk mengenal kandidat karyawannya.

Teori MBTI adalah kepanjangan dari Myers Briggs Type Indicator, yang artinya adalah tipe indikator (kepribadian seseorang) yang dicetuskan oleh Myers dan Briggs.

Berikut ini sejarah kehidupan seorang Katherine Briggs yang dikutip dari Website resmi The Myer-Briggs Company yang mengisahkan tentang perjalanan keduanya.

Berawal dari seorang ibu bernama Katherine Cook Briggs yang meneliti kepribadian seseorang bersama anaknya Issabel.

Pertemuan dengan calon menantunya, Calerence Myers inilah yang membuat sang ibu untuk melakukan penelitian kepribadian seseorang.

Katherine merasa sang calon menantu memiliki cara pandang hidup yang berbeda. Maka, terbentuklah misi untuk melakukan penelitian kepribadian dengan anaknya, Issabel.

Issabel merupakan seorang penulis sekaligus ahli teori psikolog yang sedang meneliti tentang macam-macam kepribadian pada seseorang.

Perempuan yang lahir pada tanggal 18 Oktober itu sangat terobsesi dengan karya Carl Jung, yaitu seorang psikiater dan Psikoanalisis dari Swiss yang telah menginspirasi tercetusnya teori MBTI.

Buku karya Carl Jung, yang berjudul Psychological Types: The Psychology of Individuation yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris pada Tahun 1923 inilah yang menginspirasi Isabel dan ibunya.

Walaupun diakui dalam website resmi Myer-Briggs, teori kepribadian yang dimiliki oleh Carl Jung Jauh lebih berkembang dan rinci.

Yang pada akhirnya Khaterine dan Issabel merasa idenya berhasil dan dapat mulai diakses dengan jangkauan yang lebih luas lagi.

Penilaian kepribadian yang mereka ciptakan mulai dipublikasi pada tahun-tahun terakhir perang dunia ke-2, yakni sekitar tahun 1942.

Kedua ibu dan anak ini meyakini, jika penilaian ini berhasil, maka seseorang dapat mengetahui kepribadian orang lain dengan baik, sehingga akan sedikit konflik yang terjadi di dunia.

Pada akhirnya, setelah 20 tahun mengembangkan tes dan teori kepribadian yang mereka rangkum, barulah pada tahun 1962 teori dan instrument MBTI yang sekarang kita gunakan ini dipublikasikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore