Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Agustus 2021 | 04.47 WIB

Sembuh dari Badai Sitokin, Deddy Corbuzier Kembali Aktif Berolah Raga

Sabrina Chairunnisa juga mengaku terpapar Covid-19 hampir berbarengan dengan kekasihnya Deddy Corbuzier./Instagram Sabrina - Image

Sabrina Chairunnisa juga mengaku terpapar Covid-19 hampir berbarengan dengan kekasihnya Deddy Corbuzier./Instagram Sabrina

JawaPos.com - Deddy Corbuzier sempat mengalami kritis antara hidup dan mati usai terpapar Covid-19. Nyawanya benar-benar dipertaruhkan lantaran ia mengalami badai sitokin. Deddy Corbuzier merasa dirinya bisa melewati masa kritis dan kondisi kesehatannya jadi lebih cepat pulih berkat rajin berolahraga.

Merasakan dampak yang baik bagi kondisi kesehatan, Deddy Corbuzier yang kini masih dalam tahap pemulihan pasca sembuh dari Covid-19 tetap menjalani olah raga. Hal itu diungkapkannya melalui sebuah postingan di Instagram. ’’I'm back on the gym, walaupun latihan masih belum bisa ngapa ngapain. Napas masih susah dan sebagainya,” kata Deddy Corbuzier lewat sebuah video berdurasi pendek.

Ayah dari Azka itu mengaku kondisi kesehatannya sangat ditolong oleh kebiasannya dalam melakukan olahraga. Bahkan saturasi oksigen Deddy Corbuzier tidak turun usai terpapar Covid-19 dn kondisinya dalam keadaan kritis di rumah sakit. ’’I'm back on track karena terbukti ketika gua jaga kesehatan dari kemarin, saturasi gue gak turun. Gue sembuh dari kritisnya lebih cepat lagi dan gua gak sampai mati walaupun keadaannya sudah parah sekali,” tutur Deddy Corbuzier.

Kepada dr. Gunawan dalam acara podcast beberapa hari lalu Deddy Corbuzier sempat bertanya kenapa dirinya bisa terkena badai sitokin. Sementara ia termasuk orang yang rajin melakukan olahraga dan merasa tubuhnya selalu dalam keadaan sehat.

Terkait hal itu, dr. Gunawan yang menangani Deddy Corbuzier berjuang melawan Covid-19 dan badai sitokin mengatakan,orang sehat bisa tetap terserang badai sitokin. ’’Ada beberapa teori, yang sehat respons imunnya berlebihan. Jadi, sel darah putih (untuk imunitas) yang mengenali virusnya memberikan dia (virus) makan, waktu dia makan (sel darah putih), virus itu sulit dibunuh, jadi sel darah putih itu bunuh diri. Waktu dia (sel darah putih) bunuh diri, dia pecah dan mengeluarkan zat peradangan, itu yang terjadi kalau respons imun berlebihan,” ungkap dr. Gunawan.

Deddy Corbuzier juga bertanya apakah pola hidupnya yang sehat membantu dirinya melewati masa krisis. Dr. Gunawan menyatakan, aktivitas hidup sehat seperti yang kerap dilakukan Deddy memang sangat membantu. ’’Iya (membantu), karena waktu treatment itu responsnya cukup responsif dan dalam waktu 1×24 jam itu demam dan tanda peradangan langsung turun dan masa recovery lebih cepat dengan yang memang sudah ada komorbid atau lansia. Obesitas mempengaruhi sekali,” katanya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore