
Sabrina Chairunnisa juga mengaku terpapar Covid-19 hampir berbarengan dengan kekasihnya Deddy Corbuzier./Instagram Sabrina
JawaPos.com - Deddy Corbuzier sempat mengalami kritis antara hidup dan mati usai terpapar Covid-19. Nyawanya benar-benar dipertaruhkan lantaran ia mengalami badai sitokin. Deddy Corbuzier merasa dirinya bisa melewati masa kritis dan kondisi kesehatannya jadi lebih cepat pulih berkat rajin berolahraga.
Merasakan dampak yang baik bagi kondisi kesehatan, Deddy Corbuzier yang kini masih dalam tahap pemulihan pasca sembuh dari Covid-19 tetap menjalani olah raga. Hal itu diungkapkannya melalui sebuah postingan di Instagram. ’’I'm back on the gym, walaupun latihan masih belum bisa ngapa ngapain. Napas masih susah dan sebagainya,” kata Deddy Corbuzier lewat sebuah video berdurasi pendek.
Ayah dari Azka itu mengaku kondisi kesehatannya sangat ditolong oleh kebiasannya dalam melakukan olahraga. Bahkan saturasi oksigen Deddy Corbuzier tidak turun usai terpapar Covid-19 dn kondisinya dalam keadaan kritis di rumah sakit. ’’I'm back on track karena terbukti ketika gua jaga kesehatan dari kemarin, saturasi gue gak turun. Gue sembuh dari kritisnya lebih cepat lagi dan gua gak sampai mati walaupun keadaannya sudah parah sekali,” tutur Deddy Corbuzier.
Kepada dr. Gunawan dalam acara podcast beberapa hari lalu Deddy Corbuzier sempat bertanya kenapa dirinya bisa terkena badai sitokin. Sementara ia termasuk orang yang rajin melakukan olahraga dan merasa tubuhnya selalu dalam keadaan sehat.
Terkait hal itu, dr. Gunawan yang menangani Deddy Corbuzier berjuang melawan Covid-19 dan badai sitokin mengatakan,orang sehat bisa tetap terserang badai sitokin. ’’Ada beberapa teori, yang sehat respons imunnya berlebihan. Jadi, sel darah putih (untuk imunitas) yang mengenali virusnya memberikan dia (virus) makan, waktu dia makan (sel darah putih), virus itu sulit dibunuh, jadi sel darah putih itu bunuh diri. Waktu dia (sel darah putih) bunuh diri, dia pecah dan mengeluarkan zat peradangan, itu yang terjadi kalau respons imun berlebihan,” ungkap dr. Gunawan.
Deddy Corbuzier juga bertanya apakah pola hidupnya yang sehat membantu dirinya melewati masa krisis. Dr. Gunawan menyatakan, aktivitas hidup sehat seperti yang kerap dilakukan Deddy memang sangat membantu. ’’Iya (membantu), karena waktu treatment itu responsnya cukup responsif dan dalam waktu 1×24 jam itu demam dan tanda peradangan langsung turun dan masa recovery lebih cepat dengan yang memang sudah ada komorbid atau lansia. Obesitas mempengaruhi sekali,” katanya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
