Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 September 2021 | 02.23 WIB

Indah Sari Tak Terima Saipul Jamil Disebut Pedofil: Dia Sudah Usia 19!

BERLEBIHAN: Saipul Jamil saat keluar dari penjara diberi kalung bunga dan dinaikkan mobil mewah. (Antara) - Image

BERLEBIHAN: Saipul Jamil saat keluar dari penjara diberi kalung bunga dan dinaikkan mobil mewah. (Antara)

JawaPos.com — Pedangdut Indah Sari membela Saipul Jamil yang tengah kencang dihakimi sebagai seorang pedofilia oleh netizen di dunia maya. Indah tidak terima Bang Ipul disebut melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur karena korbannya, menurut Indah, sudah masuk usia dewasa.

Indah Sari mengaku, pada saat kejadian, korban Saipul yang berinisial DS sudah tidak tergolong anak remaja lagi.

“Pedofil itu anak di bawah 14 tahun. Sementara dia ini anak usianya 19 tahun,” aku Indah Sari kepada JawaPos.com Senin (6/9).

Dia juga mengungkapkan, setelah 2 tahun Saipul Jamil berada di dalam penjara, DS juga memutuskan untuk menikah dan kini sudah punya anak. “Itu diketahui sama tim kita yang memang melakukan pemantauan,” tuturnya.

Indah menilai, Saipul Jamil sudah menerima ganjaran yang setimpal atas perbuatannya. Dipenjara selama 5 tahun 7 bulan dinilai Indah bukan waktu yang sebentar.

“Tanyain sama Kalapas selama di dalam kerjaannya cuma salat, ngaji. Dia bukan orang yang suka berantem, bicara tinggi. Dia nggak begitu. Narapidana yang sudah keluar itu sudah jadi masyarakat biasa. Dia punya hak untuk menerima kehidupan sama drngan masyakat yang lain tidak bisa dikucilkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Roostien Ilyas selaku Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak menyatakan dengan tegas bahwa Saipul Jamil memang layak untuk diboikot dari program televisi. Alasannya, televisi adalah media yang memanfaatkan frekuensi publik yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan publik luas.

Roostien menyatakan, boikot ini tidak bermaksud untuk menghalangi rezeki Saipul Jamil. Tapi lebih demi melindungi kepentingan yang lebih luas, yaitu melindungi kepentingan anak-anak Indonesia.

"Predator itu sangat mengerikan. Jadi tidak perlu mendapat banyak pembelaan. Apakah harus merasakan jadi Orangtua korban dulu baru bisa merasakan sakit hatinya?" papar Roostien Ilyas dalam jumpa pers di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore