Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Maret 2022 | 22.48 WIB

Bukti Belum Cukup, Tunggu Hasil Forensik Kematian Tangmo Nida

Nida Patcharaveerapong alias Tangmo. (Instagram @melonp.official) - Image

Nida Patcharaveerapong alias Tangmo. (Instagram @melonp.official)

JawaPos.com - Kebenaran terkait tragedi yang menewaskan Nida Patcharaveerapong alias Tangmo masih abu-abu. Penyelidikan pun masih berlangsung. Senin (7/3) Komisaris Jenderal Polisi Kerajaan Thailand Suwat Jangyodsuk mengungkap status baru kasus tersebut.

’’Kematian Tangmo dinyatakan terjadi karena kecelakaan berdasar temuan sejauh ini,’’ paparnya dalam konferensi pers. Suwat melanjutkan, tim kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik yang akan dirilis beberapa hari mendatang.

Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Kepala Polisi Provinsi Region 1 Letnan Jenderal Jirapat Phumicit menyampaikan beberapa poin. Sama seperti pernyataan pusat, dia menyebut gugatan utama sejauh ini sebatas kecerobohan yang mengakibatkan kematian orang lain.

Hingga hari ini, Jirapat mengklaim timnya telah menginterogasi 65 saksi. Plus menyelidiki rumah Job, salah seorang penumpang boat nahas dan rekan Tangmo yang diduga menyuplai minuman beralkohol di kapal itu. Dia mengakui, tim kepolisian masih lamban dalam menginvestigasi.

’’Kalau bisa menerbitkan surat perintah penangkapan sekarang, tentu akan kami lakukan. Tapi, itu tak mungkin terjadi karena belum cukup bukti,’’ tegas Jirapat.

Di sisi lain, kemarin ibu Tangmo, Panida Siriyuthayothin, beserta pengacaranya meminta penggantian ahli patologis. Mereka menunjuk Porntip Rojanasunan, ahli patologis dan ilmuwan forensik kenamaan Thailand. Merujuk Thai PBS World, hal itu dilakukan Panida dan pengacaranya setelah tim forensik mengganti fasilitas otopsi di tengah penyelidikan.

Sementara itu, pengacara ternama Thailand Sitara Biabangkerd alias Tum mengaku telah cukup lama berbagi informasi dengan Dayos Dechjob, kakak Tangmo. Di laman Facebook-nya, Tum membagikan beberapa keterangan terkait investigasi dan kasus Tangmo sejak akhir Februari lalu.

Salah satunya tentang penumpang boat yang kerap menggunakan obat-obatan terlarang kepada perempuan incarannya. Juga, pihak kepolisian yang dianggap memperjualbelikan data rahasia terkait kasus Tangmo. Tum mengklaim keterangan itu dihimpun sumber rahasianya yang tak lain adalah Dayos.

Setelah mengungkap keterkaitannya dengan Dayos, beberapa unggahan di Facebook Tum tiba-tiba hilang. Laman itu pun dilaporkan beberapa kali tak bisa diakses. Namun, Tum tak gentar menghadapi ancaman tersebut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore