The Actors yang dipimpin oleh Lukman Sardi beranggotakan Tanta Ginting, Baskara Mahendra, Bryan Domani, Marcell Darwin, Dennis Adhiswara, Vino G. Bastian, Iko Uwais, Ricky Harun, Dwi Sasono, Ario Bayu, Derby Romero, dan Edo Borne tampak siap ketika dikunjungi dan ditanya tentang kesiapan pertandingan oleh tim Vindes di ruangan ganti The Actors.
Berbanding terbalik dengan lawannya. The Prediksi yang dipimpin oleh Pak Haji Andre yang memiliki personel beranggotakan Vincent Rompies, Desta Mahendra, Ananda Omesh, Soleh Solihun, Tora Sudiro, Surya Insomnia, Imam Darto, Ferry Maryadi, Ronal Surapradja, Wendi Cagur, Stevi Item, dan Gading Marten justru tampak santai dan terlihat Ferry tertangkap kamera sedang tidur.
Pertandingan pun dimulai pukul 21:00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan semua orang yang berada di gelanggang olahraga Mahaka Square.
Aturan permainan bola voli cukup mudah. Sebuah tim dikatakan menang pada pertandingan bola voli, jika dapat merebut kemenangan sebanyak tiga kali. Maksimal game di dalam satu permainan berjumlah lima. Total poin di masing-masing game berjumlah 25. Jika di akhir game terdapat poin seri, maka permainan dilanjutkan hingga selisih dua poin untuk mendapatkan pemenang.
Wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. The Prediksi lewat Wendy yang menggunakan Kinesio Tape di atas kepalanya membentuk panah seperti karakter Aang di Avatar, memukul bola untuk servis. Ternyata bola terlalu tinggi hingga keluar lapangan. Skor pertama berhasil direbut The Actors. Game pertama berlanjut dengan masing-masing tim saling berebut poin hingga ketika akhir permainan, game ini berhasil dimenangkan oleh The Prediksi karena kesalahan Lukman Sardi ketika mengembalikan bola di saat-saat akhir pertandingan. Skor akhir 25-22 dengan kemenangan The Prediksi.
Panel komentator diisi oleh Coki Pardede, Tretan Muslim, Indro Warkop, dan Yolla Yuliana sebagai pemain bola voli profesional. Tidak jarang, para panelis memberikan komentar-komentar lawakan. Salah satunya ketika Muslim berkomentar, bahwa Iko Uwais seperti bapak-bapak kompleks jika menggunakan seragam tim bola voli layaknya saat pertandingan.
Waktu istirahat selesai, permainan game kedua pun dimulai. Sepanjang permainan, tidak ada yang menyerah dalam merebut poin. Namun, kali ini The Actors menunjukkan kemampuannya. Lewat aktor Dwi Sasono yang menjadi pemain bintang timnya, ia membantu tim The Actors memimpin pertandingan dan membuat skor timnya unggul lima poin, menjadikan ini selisih terjauh sepanjang pertandingan.
Para panelis berselingan memberikan komentarnya pada pertandingan game kedua. Pada awal pertandingan, statistik masing-masing tim diperlihatkan di layar kaca. Salah satu yang menarik perhatian ketika data statistik The Prediksi diperlihatkan, menunjukkan bahwa kelemahan tim The Prediksi adalah Soleh Solihun. Hal ini diungkit oleh Coki mengingat hingga pertandingan game kedua sudah berjalan cukup lama, Soleh dari The Prediksi belum dimainkan sama sekali. Panelis pun terbahak dengan ujaran Coki.
Tapi The Prediksi tidak menyerah. Lewat Omesh, ia membantu timnya mengejar ketertinggalan dengan skor yang awalnya 17-24 hingga menjadi 21-24. Namun apa daya, The Actors yang ulet tidak mau kalah pada game kali ini memenangkan pertandingan dengan poin akhir game kedua 21-25 untuk kemenangan The Actors.
Game ketiga menjadi titik balik The Prediksi yang sudah menelan kekalahan pada game kedua. Pada menit-menit awal game ketiga, The Prediksi mampu memimpin cukup jauh dengan skor 5-0. The Actors akhirnya pecah telur dengan merebut satu angka pada skor 7-1. Lagi-lagi Coki bergurau dengan mengatakan The Prediksi belum memainkan Soleh Solihun yang membuat tawa para panelis pecah.
Panelis juga membantu memeriahkan stadion dengan memberi info, sepanjang jalannya pertandingan hingga game ketiga, penonton yang melihat pertandingan lewat streaming YouTube sudah sebanyak 250.000 orang. Penonton di stadion pun makin bergemuruh.
Lagi-lagi Dwi Sasono menjadi penyumbang skor untuk The Actors, skor yang selisih jauh kini mendekat menjadi 9-8 masih jadi kemenangan The Prediksi. Aksi Iko Uwais membuat riuh stadion ketika membantu The Actors menyeimbangkan skor menjadi 9-9.
Ketika skor dipimpin jauh menjadi 23-13 dengan kemenangan The Prediksi pada game ketiga, coach dari The Prediksi memasukkan Soleh. Tidak lama, tim lawan langsung merebut poin.
Melihat hal tersebut, Soleh yang belum bermain satu menit pun sudah ditarik kembali dari lapangan oleh pelatih. Dan setelah itu The Prediksi merebut kembali satu poin. Coki yang melihat hal itu, melempar canda kepada panelis karena tidak adanya Kang Soleh justru menambah kekuatan The Prediksi.
Game ketiga pun usai dengan kemenangan The Prediksi lewat servis Tora yang tidak dapat dikembalikan secara sempurna dari pemain The Actors, membuat posisi menjadi 25-14 untuk kemenangan The Prediksi.
Dalam jeda menuju game keempat, Om Indro selaku panelis, mengomentari bahwa masih ada kesempatan untuk The Actors memenangkan game ini. Menurutnya Tanta Ginting menjadi pemain kunci karena terlihat di beberapa momen, Tanta dapat mengatur strategi The Actors. Hal tersebut dibenarkan oleh Yolla karena tugas Tanta sebagai setter yang sudah sewajarnya bertugas untuk mengatur strategi.
Game kembali dimulai. Skor pada game keempat tidak sejauh game kedua dan ketiga, cukup sengit seperti game pertama. Namun, terlihat di lapangan Pak Haji Andre mulai tampak kelelahan, ujar para panel, hingga melakukan beberapa kesalahan dan memperlebar selisih poin menjadi 6-11 untuk kemenangan The Actors. Namun The Prediksi tidak menurunkan tekanannya kepada lawan.
Karena permainan Dwi Sasono yang baik sepanjang pertandingan, Muslim mengomentari setelah ini Dwi akan dipanggil timnas voli dibanding diajak bermain film lagi oleh sutradara, gelak tawa para panelis pun pecah.
Di tengah candaan itu, semua panelis setuju bahwa Dwi Sasono menggendong permainan The Actors, Muslim bahkan berkomentar mungkin The Actors akan mengganti namanya menjadi The Dwi Sasono. Terbukti dari The Actors yang mengejar ketertinggalan dari selisih tiga poin menjadi 22-22, poin imbang untuk kedua tim.
The Actors kembali berhasil meredam ketegangan. Sempat tertinggal 24-22, The Actors berhasil mengimbangi skor menjadi 24-24. Poin rubber dengan selisih dua poin harus direbut salah satu dari kedua tim untuk menang.
The Actors benar-benar membuktikan kemampuan mereka. Tidak hanya bermain peran, namun mereka juga jago bermain bola voli. Tim yang dipimpin Lukman Sardi keluar sebagai pemenang dengan memperoleh poin 24-26 lewat poin rubber.
Game dilanjut hingga game kelima. Coki berujar lewat candaan, mengatakan pada game ini pertemanan nomor dua, kompetisi nomor satu. Karena terlihat kedua tim benar-benar tidak mengeluarkan gimmick gurauan seperti sebelum-sebelumnya. Mereka semua fokus pada permainan final ini.
Pada game terakhir ini, masing-masing tim cukup memperoleh 15 poin untuk menang. The Prediksi yang sempat tertinggal 0-8, berhasil menyusul hingga 9-11, bukti semangat dari tim yang dipimpin oleh Pak Haji Andre masih ada.
Gading Marten memberikan sumbangan poin sebanyak tiga. Namun ternyata tidak cukup untuk menyusul poin The Actors. Di akhir pertandingan, ternyata servis dari Ario Bayu tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Surya, sehingga menjadikan The Actors keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 11-15.
Teriakan penonton dan euforia para pemain The Actors bergemuruh di stadion. Para panel ikut memeriahkan dan mengapresiasi orang-orang di balik event Bahkan Voli oleh Vindes Sport, karena membantu mengangkat terkenalnya cabor voli dan mengapresiasi olahraga ini sebagai ajang yang dapat dinikmati bersama. Om Indro menambahkan, ini adalah tontonan yang layak sekali untuk ditonton, penggabungan yang apik antara olahraga dan hiburan. Tidak lupa para pemain antar tim saling berpelukan dan bersalaman dengan wajah lega tanda pertandingan telah berakhir.
Ini menjadi event Vindes Sport yang ke-5 kata Harley selaku pembawa acara sembari ikut memeriahkan kemenangan The Actors. Vindes Sport diketahui telah melaksanakan pertandingan cabor pingpong dua kali, bulu tangkis, dan tenis.
Sesi penyerahan penghargaan perorangan pun dimulai. Dwi Sasono keluar sebagai Most Improved Player dari The Actors dan ada Vincent mewakili The Prediksi untuk kategori tersebut. Tidak hanya satu, Dwi juga menyabet penghargaan Most Valuable Players pada event Bahkan Voli ini.
Acara ditutup dengan penyerahan medali ke The Prediksi, lalu dilanjutkan The Actors yang keluar sebagai juara dan dianugerahi trofi Bahkan Voli dari Yolla selaku panelis.
Para pemain The Actors pun merayakan kemenangan dengan membawa trofi bergiliran antar pemain dan jajaran pelatih. Andra and the Backbone yang membawakan Hitamku, menutup event Vindes Sport kali ini dan menemani penonton yang silih berganti meninggalkan stadion.