Gigi Hadid./businessoffashion.com
JawaPos.com - Artis sekaligus model kenamaan Gigi Hadid telah mengeluarkan permintaan maaf karena menuduh Israel sebagai 'satu-satunya negara di dunia yang menahan anak-anak sebagai tawanan perang'.
Gigi Hadid mengakui telah menyebarkan informasi yang salah dengan membagikan unggahan yang menghasut tersebut tanpa terlebih dahulu melakukan pengecekan fakta.
Dilansir dari New York Post, Kamis (30/11), Supermodel Amerika keturunan Palestina berusia 28 tahun ini, mulanya membagikan tuduhan yang berfokus pada kasus Ahmed Mansara.
Ahmed Mansara mengklaim 'diculik' oleh Israel. Tetapi sebenarnya ia terekam kamera sedang melakukan aksi penikaman brutal di Yerusalem Timur saat berusia 13 tahun.
Hadid menghapus unggahan tersebut ketika menghadapi badai kemarahan para selebritis dan netizen Pro-Israel, yang kemudian menyampaikan permintaan maaf dalam dua slide postingan Instagramnya, pada hari Selasa (28/11).
"Penting bagi saya untuk berbagi cerita nyata tentang kesulitan yang telah dan terus dialami oleh warga Palestina, tetapi akhir pekan ini saya membagikan sesuatu yang tidak saya periksa faktanya atau pikirkan secara mendalam sebelum memposting ulang," tulis influencer tersebut kepada 79,1 juta pengikutnya.
Gigi Hadid mengatakan jika ingin menunjukkan bagaimana hukum internasional dilanggar oleh pemerintah Israel dan mengklaim bahwa seorang anak Palestina yang ditangkap oleh Pasukan Pertahanan Israel akan diperlakukan secara berbeda dengan anak Israel yang dituduh melakukan kejahatan yang sama.
Baca Juga: Keluarga Gigi Hadid dan Bella Hadid Dikabarkan Mendapat Ancaman Kematian Karena Mendukung Palestina
"Sayangnya, saya menggunakan contoh yang salah untuk menyampaikan hal itu, dan saya menyesalinya," ujar Gigi Hadid.
Supermodel ini kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia mengutuk kekerasan terhadap semua orang.
"Menyerang manusia manapun, yang tentu saja termasuk orang Yahudi, TIDAK BENAR. Menyandera orang yang tidak bersalah, TIDAK BENAR. Menyakiti seseorang KARENA mereka adalah orang Yahudi, TIDAK BENAR. Itu salah," katanya.
"Menginginkan kebebasan dan perlakuan yang manusiawi bagi warga Palestina dan menginginkan keamanan bagi warga Yahudi, keduanya bisa menjadi hal yang penting bagi orang yang sama, termasuk saya sendiri," jelasnya.
Namun, Hadid menuduh Israel terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
