
Donald Trump menyatakan lebih baik AS yang melakukan penarikan pungutan di Selat Hormuz. (AP/Manuel Balce Ceneta)
JawaPos.com - Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil dengan paksa 'debu nuklik' (mengacu pada stok uranium yang diperkaya) milik Iran, jika kesepakatan tidak tercapai. Sekaligus menegaskan tidak akan ada pungutan di Selat Hormuz.
"Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS," kata Trump kepada wartawan pada Jumat (17/4) dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland.
"Jika kami tidak melakukannya, kami akan mendapatkannya dalam bentuk lain, bentuk yang jauh lebih tidak bersahabat," sambungnya.
Saat ditanya apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata atau melanjutkan serangan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai pada Rabu—ketika gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan berakhir—Trump membuka kemungkinan dimulainya kembali serangan.
"Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap ada. Namun mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, jadi Anda memiliki blokade, dan sayangnya, kami harus mulai menjatuhkan bom lagi," ucapnya.
Menanggapi klaim Iran bahwa masih ada perbedaan, Trump berkata: "Mereka harus mengatakan sesuatu yang berbeda karena mereka punya pihak yang harus mereka layani. Saya hanya mengatakan apa adanya".
Terkait kemungkinan pungutan di Selat Hormuz, Trump mengatakan: "Tidak. Tidak mungkin".
"Pembatasannya adalah Anda tidak boleh memberlakukan pungutan. Tidak akan ada pungutan," tambahnya.
Sumber: Anadolu

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
